Banggar DPR Harapkan LPEI Terus Tingkatkan Pengelolaan Kualitas Pembiayaan

0
Ketua Badan Anggaran DPR RI MH. Said Abdullah. (dpr.go.id/suarakarya.co.id)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Badan Anggaran DPR RI MH. Said Abdullah berharap Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mampu terus meningkatkan pengelolaan kualitas pembiayaan seiring dengan mulai pulihnya ekonomi domestik yang terdampak oleh pandemi.

“Meski di tengah krisis akibat pandemi, LPEI telah mampu menurunkan NPL net menjadi 9,8 persen dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 285 miliar. Tentu tren positif ini, saya kira harus terus dijaga seiring momentum pemulihan ekonomi. Namun, perbaikan dan pengelolaan kualitas pembiayaan tetap harus ditingkatkan agar NPL dapat berangsur-angsur menurun,” papar Said dalam keterangan persnya kepada Parlementaria di Jakarta, Jumat, (22/1/2021), seperti dilansir situs resmi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia laman dpr.go.id.

Non Performing Loan (NPL) net LPEI sebelumnya berada di angka 14 persen pada 2019, namun mampu ditekan menjadi 9,8 persen pada 2020. LPEI menargetkan NPL net tiap tahunnya dapat ditekan hingga pada 2024 mencapai kisaran 4-5 persen saja.

Sebelumnya, sekretaris Perusahaan LPEI Agus Windiarto menyampaikan tahun 2020 merupakan titik balik perbaikan kinerja keuangan LPEI dan diharapkan berlanjut pada 2021. Manajamen optimistis LPEI akan terus tumbuh secara berkelanjutan dengan prioritas pada tahun ini meliputi menjalankan mandat, perbaikan kualitas aset, pengembangan bisnis, serta penguatan proses internal.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, LPEI telah mampu melahirkan 60 eksportir baru dan 2.200 UKM binaan yang siap untuk melakukan ekspor. Per Desember 2020 (unaudited) LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor senilai Rp 90,4 triliun dan penjaminan senilai Rp 9,9 triliun, serta asuransi senilai Rp 8,1 triliun. (Pramuji)