Bangun Karakter Bangsa, Mentari Group Luncurkan Program Ibu Pertiwi

0

JAKARTA (Suara Karya): Membangun karakter bangsa, sebenarnya tak hanya tugas pemerintah tetapi juga masyarakat. Untuk itu, Mentari Group ikut ambil bagian dalam peran tersebut lewat Program Ibu Pertiwi.

“Program tersebut merupakan bentuk konsistensi dari Mentari Group sebagai kontributor aktif dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul,” kata Pimpinan Program Ibu Pertiwi, Anna Rimba Phoa dalam peluncuran program tersebut secara daring, Jumat (29/10/21).

Disebutkan, SDM unggul terdiri dari dua pilar, yaitu karakter baik dan kompetensi tinggi. Karakter baik yang akan dibangun Mentari Group melalui Ibu Pertiwi adalah karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

“Buku yang kami buat dalam Program Ibu Pertiwi dirancang berdasarkan Profil Pelajar Pancasila yang saat ini tengah digalakkan pemerintah,” ujar Anna.

Profil Pelajar Pancasila yang dikutip dari laman Kemendikbudristek memiliki 6 ciri utama, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

Hal senada dikemukakan Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemdikbudristek, Hendarman. Katanya, pengembangan karakter menjadi salah satu program prioritas Kemdikbudristek, karen tidak dipungikiri hingga kini masih ada beberapa kasus di kalangan pelajar, akibat kurangnya karakter baik.

“Saya memberi apresiasi kepada Mentari Group yang ikut membangun bersama karakter bangsa. Karena sebenarnya pembangunan karakter itu bukan tugas sekolah atau pemerintah semata, tetapi juga peran orangtua dan masyarakat,” tuturnya.

Ditambahkan, orangtua itu merupakan guru pertama bagi anak. Terlebih di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang membuat anak-anak selalu di rumah. Dengan kata lain, perlu ada sinergitas antara sekolah, orang tua, dan anak,
termasuk dengan masyarakat.

“Pendidikan itu sebenarnya memiliki dua ruang, yaitu di dalam ruang oleh orangtua dan di luar rumah yaitu sekolah dan masyarakat. Tetapi banyak orangtua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya ke sekolah. Jadi, ketika pandemi yang membuat anak harus belajar dari rumah, banyak orangtua kemudian bingung dan tak tahu harus berbuat apa,” katanya.

Karena itu, Hendarman memberi pujian kepada Mentari Group yang ikut berpartisipasi dalam sosialisasi tentang pentingbta pendidikan karakter pada anak juga dibangun dari rumah. Banyak kegiatan bisa dilakukan untuk itu, seperti memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, mendongeng tentang kisah-kisah baik dan bermain peran antara orangtua dan anak.

“Program Ibu Pertiwi ini juga sejalan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Hal itu bisa menjadi suatu momentum untuk mengingatkan kita semua untuk bergerak atas nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya menegaskan.

Chief Marketing Officer Mentari Group, Natalina Rimba menjelaskan, pihaknya menggunakan dua pendekatan pembelajaran dalam Program Ibu Pertiwi. Yaitu, pendekatan cerita dan saintifik. Lewat cerita, para pelajar akan lebih cepat memahami dan mengingat nilai karakter yang digambarkan pada cerita tersebut.

Kedua, pendekatan saintifik dilakukan lewat beragam aktivitas pembelajaran yang berfungsi untuk mengembangkan kompetensi pelajar. Dengan demikian, pelajar bukan semata-mata menghafal butir Pancasila, melainkan benar-benar
memahami dan mengaplikasikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Natalina menjelaskan, buku berita Ibu Pertiwi terdiri dari 6 level yang ditujukan untuk pelajar Sekolah Dasar (SD). Buku itu ditulis dan diilustrasikan oleh putra-putri bangsa.

“Strategi lain untuk menarik perhatian pelajar adalah halaman buku yang
berwarna dan ilustrasi yang menarik. Pelajar Indonesia baru bisa mendapatkan buku Ibu Pertiwi pada pertengahan November tahun ini,” kata Natalina menandaskan. (Tri Wahyuni)