Banjir di Kabupaten Bandung Tak Sampai Ganggu Pelayanan Publik

0
Kantor Desa Dayeuhkolot di Kabupaten Bandung yang tergenang akibat banjir pada Senin (12/11/2018). (Antara)

BANDUNG (Suara Karya): Meski memaksa sebagian warganya mengungsi, banjir yang melanda beberapa bagian wilayah Kabupaten Bandung tidak sampai mengganggu pelayanan publik di desa terdampak seperti Dayeuhkolot.

“Pelayanan masih tetap berjalan seperti biasanya yah, tapi karena akses tergenang, pelayanan digeser ke daerah kering,” kata Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiana saat dihubungi dari Bandung, Senin (12/11/2018).

Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Minggu (11/11/2018) membuat kantor desa tergenang hingga setinggi 30 centimeter. “Baru tadi malem air masuk ke kantor,” kata dia.

Yayan mengatakan warga desa yang terdampak banjir jumlahnya bisa ribuan, dan sebagian memutuskan mengungsi.

“Kalau lihat gini mah ribuan kang. Di Desa Dayeuhkolot aja ada tiga ribuan rumah,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa setiap Rukun Warga di Desa Dayeuhkolot sudah menyiagakan perahu yang bisa digunakan untuk mendukung evakuasi warga.

“Jadi perahu terus memonitoring. Selain perahu milik tiap RW, biasanya relawan juga suka ada membantu mengevakuasi korban,” kata dia.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung sebanyak 378 warga dari Kecamatan Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot telah mengungsi di beberapa tempat akibat banjir. (M Chandra)