Bantu Pertumbuhan Ekonomi Nasional, LPDB Kucurkan Bunga Ringan Bagi Pelaku UMKM

0
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo (kemeja biru)

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengucurkan bunga ringan kepada pelaku UMKM di Tanah Air. Pemberian bunga ringan ini, diharapkan pelaku usaha berbasis koperasi dan UMKM dapat meningkatkan skala usahanya sehingga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian dikemukakan Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suara Karya, Kamis (15/11/2018). Dia mengatakan hal itu dalam acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM, di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, kemarin.

“Dengan bunga yang murah pemerintah berharap usaha mereka harus mampu lebih besar lagi, daripada mereka dapatkan dana dari lembaga perbankan lain karena bisa di atas 15 persen,” ujar Braman Setyo.

Sebagaimana diketahui, suku bunga yang berlaku di LPDB saat ini, yakni untuk program Nawacita (Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan) 4,5 persen per tahun menurun atau 0,2 persen per bulan, sektor riil (KUMKM sektor manufaktur, kerajinan, industri kreatif) 5 persen per tahun menurun atau 0,27 persen per bulan, simpan pinjam (koperasi simpan pinjam, LKB, LKBB, dan BLUD) 7 persen per tahun menurun, dan bagi hasil maksimal 60:40 untuk pembiayaan syariah.

“Kalau pemerintah sudah memberikan kemudahan, tapi bapak-ibu tidak mengembangkan, tidak memanfaatkan dengan baik, saya katakan ini sudah keterlaluan. Karena saya kira dana bergulir ini sangat tepat bagi pengembangan usaha bapak-ibu sekalian yang mengalami kesulitan permodalan,” ujar Braman.

Dalam kesempatan itu, Braman mengajak pelaku KUMKM Babel untuk mengakses pembiayaan dana bergulir. Dengan menggandeng dua perusahaan penjaminan yaitu Jamkrindo dan Jamkrida, LPDB jamin mempermudah syarat pemberian pinjaman.

“Kita bangun sinergitas, kita ajak Jamkrida dan Jamkrindo karena mereka itu perusahaan BUMN. Di Bangka Belitung ini yang harus kita lakukan, yang penting bapak-ibu untuk dapatkan dana bergulir yaitu bagaimana layak usaha, laporan keuangan, neraca. Inilah yang dinamakan inklusif, kita gandeng sama-sama untuk membantu pelaku KUMKM,” tandasnya.

Kepulauan Babel merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang penyerapan dana bergulirnya masih rendah. Padahal di Babel usaha produktif seperti kuliner dan perikanan cukup potensial. Karena itu melalui acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha di sini untuk mengakses pembiayaan dana bergulir.

Direktur Bisnis, Krisdianto turut menambahkan bahwa jika ada Koperasi dan UMKM terbaik dibawah naungan Dinas Koperasi dan UKM untuk dapat memberikan bimbingan agar pelaku KUMKM ini turut merasakan manfaat dana bergulir.

“Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis kali ini, juga dapat menjadi perhatian bagi Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendampingi pelaku Koperasi dan UMKM potensial agar dapat langsung mengakses pembiayaan dana bergulir melalui LPDB-KUMKM,” ujarnya menambahkan.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bangka Belitung Elfiyana mengungkapkan salah satu kendala pelaku KUMKM di Babel adalah masalah permodalan. Untuk itu, dengan kehadiran LPBD-KUMKM ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha untuk bisa mengakses pembiayaan dana bergulir, baik itu dengan pola konvensional, maupun pola syariah.

“Tolong bapak-ibu hadir di sini, kesempatan ini harus kita ambil, semoga setelah acara ada beberapa KUMKM dapat mengakses permodalan LPDB dan kita harapkan acara tidak hanya sampai di sini, sehingga permasalahan permodalan KUMKM di babel akan dapat terselesaikan,” ujar Elfiyana.

Acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung ini akan berlangsung hingga esok hari. Turut hadir dalam acara itu antara lain Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati, Sekretaris Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Sutarjo, serta pimpinan wilayah Jamkrida, pimpinan wilayah Jamkrindo, maupun pelaku KUMKM. (Gan)