Bantu Serap Lulusan ke Dunia Kerja, UPER dan APINDO Gelar Bursa Karir

0

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Pertamina (UPER) bekerja sama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar bursa karir bertajuk ‘Integrated Career Expo’ 2022 di Jakarta, pada 12-15 Desember 2022.

Kegiatan tersebut merupakan sinergitas yang saat ini tengah dibangun antara pendidikan tinggi, industri dengan pemerintah. Sehingga makin banyak lulusan perguruan tinggi yang terserap di dunia kerja.

Seperti dikemukakan Ketua Umum APINDO, Hariyadi B Sukamdani. Dalam sambutannya, ia menyebut minimnya serapan tenaga kerja karena pertumbuhan korporasi tak berbanding lurus dengan jumlah angkatan kerja.

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencatat, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2022 mencapai 143,72 juta orang. Jumlahnya meningkat 3,57 juta orang dibanding periode serupa pada tahun lalu.

Kementerian Ketenagakerjaan juga mencatat kesempatan kerja di Indonesia terbuka untuk 133,82 juta orang pada 2022. Artinya, ada 9,9 juta orang yang tak kebagian kesempatan kerja.

Karena itu, lanjut Hariyadi, perlu dilakukan perubahan tata kelola yang dapat mendukung penyerapan angkatan kerja baru. Hal itu menjadi prioritas, karena kendala terbatasnya lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Hariyadi menilai, kualitas pendidikan vokasi harus terus ditingkatkan agar memiliki kesesuaian dengan dunia kerja. Sehingga lulusan memiliki kompetensi tinggi pada bidang-bidang yang dibutuhkan industri.

“Yang tak kalah penting adalah pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa untuk penciptaan lapangan kerja baru,” katanya.

Kegiatan yang diikuti 23 perusahaan anggota APINDO bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa maupun alumni UPER agar bisa berinteraksi dengan perusahaan anggota APINDO. Ada 200 jabatan kerja yang ditawarkan.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek), Kemdikbudristek, Nizam mengatakan, kendala mismatch kompetensi dengan kebutuhan kerja menjadi kendala dalam penyerapan angkatan kerja baru. Terutama di industri berbasis digital.

Pernyataan Nizam selaras dengan hasil temuan Lembaga Demografis Universitas Indonesia dalam survei angkatan kerja nasional 2015, bahwa ketidaksesuaian pekerjaan dengan tingkat pendidikan dan upah di Indonesia mencapai 53,33 persen.

Ketidaksesuaian kualifikasi pekerjaan dengan latar pendidikan mencapai 60,52 persen. “Untuk itu, perguruan tinggi harus bisa menyiapkan talenta yang dibutuhkan dunia kerja,” katanya.

Ditambahkan, dunia pendidikan dan dunia industri harus bekerja sama dalam menghasilkan lulusan yang fleksibel, ‘agile’ dan mampu beradaptasi di tengah perubahan digitalisasi,” ujar Nizam.

Rektor Universitas Pertamina, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan dunia usaha untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompeten.

“Program pemagangan industri baik di perusahaan ekosistem Pertamina maupun lainnya, merupakan salah satu upaya Universitas Pertamina dalam menghasilkan lulusan yang siapkerja,” ujar Wirat. (Tri Wahyuni)