Bantuan Pemerintah untuk RPL Tipe A2 Kembali Dibuka, Ini Syaratnya!

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi, Kemdikbudristek kembali membuka Program Bantuan Pemerintah Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau Tipe A2 (PBPP-RPL Tipe A2).

“Ini kesempatan bagi siapa saja yang ingin melanjutkan lagi kuliahnya yang terhenti lama, karena berbagai alasan. Program RPL digelar di 63 perguruan tinggi,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Aris Junaidi dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (22/7/21).

Aris menjelaskan, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan pengakuan atas Capaian Pembelajaran (CP) seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal.

RPL menjadi penting, menurut Aris, karena saat ini pengakuan kualifikasi oleh masyarakat masih terfokus pada pembelajaran formal di institusi pendidikan. Sehingga CP individu yang diperoleh melalui pendidikan nonformal, informal, pengalaman kerja atau pelatihan belum mendapat pengakuan yang pantas.

“Melalui program RPL Tipe A2 ini, kami ingin hasil pembelajaran individu di lingkungan nonformal, informal atau pengalaman kerja perlu dapat dihargai dan diakreditasi,” tuturnya.

Aris Junaidi menambahkan, program tersebut dilandasi payung hukum, yaitu Permenristekdikti No 26 Tahun 2016 tentang Pedoman RPL. Selain termaktub pula dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah No 4 Tahun 2014.

Dengan demikian, lanjut Aris, perguruan tinggi harus memberi kesempatan kepada calon mahasiswa yang memiliki CP atau kompetensi yang diperoleh dari pendidikan formal sebelumnya, pendidikan nonformal, informal.atau pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Calon mahasiswa tak perlu mengambil seluruh SKS pada program studi yang diminati. Kami akan memberi bantuan subsidi biaya kuliah selama satu semester guna mendapat kredit akademik melalui RPL,” kata Aris.

Harapannya, bagi individu yang tidak sempat menyelesaikan pendidikan (diploma, sarjana, magister) dan sudah bekerja dapat melanjutkan pendidikannya. Hal itu mendorong terjadinya belajar sepanjang hayat melalui pendidikan formal di jenjang pendidikan tinggi.

Ditambahkan, semua capaian dapat diakui sebagai kredit, termasuk prestasinya selama bekerja. Pengalaman kerja itu akan mendapat kredit. Saat individu ingin masuk kembali ke pendidikan formal, maka capaian dan kredit akan diakui. Sehingga calon mahasiswa tidak perlu lagi mengulang dari awal.

“Program RPL terbagi dua, yaitu sarjana dan magister. Calon mahasiswa bisa dari lulusan SMA/sederajat atau pernah kuliah di program diploma, sarjana atau magister, tetapi tidak selesai karena alasan tertentu. Pengalaman bekerja minimal 2 tahun atau memiliki sertifikasi keahlian dari lembaga ternama,” ujarnya.

Untuk kelompok magister, calon mahasiswa harus lulus sarjana atau pernah kuliah magister namun tidak selesai, akan tetapi memiliki pengalaman kerja atau memiliki sertifikasi pelatihan yang jelas. Program RPL ini dapat bantuan subsidi selama satu semester.

Disebutkan, pada 2021 ini terdapat 63 perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta penyelenggara program RPL. Ada 453 program studi yang dapat dipilih sesuai dengan bidang masing-masing.

Untuk informasi pendaftaran dan daftar perguruan tinggi dan prodi penyelenggara, peminat dapat mengakses tautan rpla.kemdikbud.go.id. (Tri Wahyuni)