Bappenas Dorong Milenial dan Gen Z Ikut Promosikan Perbaikan Gizi

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong milenial dan generasi (Gen) Z ikut mempromosikan perbaikan gizi di masyarakat. Karena proporsi milineal dan Gen Z di Indonesia saat ini mencapai hampir 50 persen total penduduk.

“Biasanya ajakan teman sebaya lebih efektif ketimbang omongan pakar. Karena itu, kami dorong milenial dan Gen Z terlibat dalam promosi perbaikan gizi di masyarakat,” kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko, Selasa (26/10/21).

Pernyataan itu disampaikan dalam seminar bertajuk ‘Milenial dan Generasi Z Sadar Gizi’ yang digelar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) secara daring dan luring dari Bali.

Seminar diikuti perwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Provinsi Bali dan organisasi nonpemerintah setempat, serta perwakilan 26 Kementerian/Lembaga serta jejaring Scaling Up Nutrition Networks (SUN) Indonesia.

Peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober juga menjadi momentum bagi Bappenas betapa pentingnya keterlibatan kaum muda dalam upaya perbaikan gizi. Millenial dan Generasi Z dengan status gizi yang baik berpotensi menjadi SDM unggul dan berdaya saing di masa depan.

“Perbaikan gizi remaja melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif menjadi salah satu fokus sasaran program percepatan penurunan stunting” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo. Katanya, mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, keluarga muda yang berkualitas menjadi kunci terwujudnya Indonesia emas.

“Memetik keuntungan dari bonus demografi sangat ditentukan oleh generasi mudanya. Untuk itu, pentingnya melakukan upaya pencegahan stunting,” ujar Hasto.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra dalam kesempatan yang sama menyebut pentingnya dukungan lembaga tradisional perkumpulan generasi muda Bali (Sabha Yowana) dalam upaya perbaikan gizi.

“Selain komitmen kuat dari Pemerintah Provinsi Bali dalam percepatan penurunan stunting, yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 375 tahun 2021,” tuturnya.

Dalam diskusi panel juga dibahas berbagai program perbaikan gizi untuk pemuda, baik dilakukan oleh pemerintah maupun inisiatif aktor non pemerintah. Hasil diskusi kemudian disampaikan masing-masing moderator di akhir sesi panel.

Tiga poin penting yang dihasilkan dari sesi diskusi adalah membangun millennial dan generasi Z yang sadar gizi. Hal itu bisa dilakukan antara lain, lewat komunikasi yang mengarah pada perubahan perilaku dan penyusunan pesan kunci yang sesuai dengan karakteristik pemuda.

Selain itu, program berorientasi pada peningkatan rasa kepemilikan serta dukungan terhadap teman sebaya. Diperlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kegiatan gizi remaja dapat dilakukan secara terintegrasi dan diterapkan dalam skala besar.

Acara diakhiri dengan laporan penutup yang disampaikan Pungkas Bahjuri Ali, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas.

Seminar yang diselenggarakan Bappenas ini merupakan bagian dari rangkaian acara Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting tahun 2021. SUN Annual Meeting yang digelar setiap satu tahun sekali itu menjadi wadah berbagi pengalaman dan pembelajaran dalam percepatan perbaikan gizi di Indonesia.

Kegiatan yang pertama kali digelar pada 2019 itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, mitra pembangunan, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, akademisi serta organisasi profesi.

SUN Annual Meeting 2021 bertema ‘Satu Dekade Melangkah Bersama’. Hal itu sesuai momentum 10 tahun Indonesia bergabung dalam Gerakan Global Scaling Up Nutrition. Puncak acara SUN Annual Meeting akan digelar pada akhir November 2021. (Tri Wahyuni)