Baru 39 Persen Satuan PAUD Gelar PTM Terbatas, Daerah Diminta Lebih Aktif

0

JAKARTA (Suara Karya): Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas adalah cara terbaik untuk mengejar ketertinggalan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkualitas. Namun, data per September 2021 menunjukkan baru sekitar 39 persen satuan PAUD yang menggelar PTM terbatas.

Untuk itu, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dikdasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Jumeri meminta seluruh anggota dalam ekosistem PAUD untuk terus mengawal transisi moda bermain-belajar dari rumah ke PTM terbatas.

“Kita harus menjaga kesinambungan dari kedua pendekatan ini, baik di sekolah maupun dari rumah,” kata Jumeri saat memberi sambutan dalam Rapat Kerja Bunda PAUD di Jakarta, Sabtu (30/10/21).

Rapat kerja diikuti hampir 700 orang Bunda PAUD dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Jumeri menambahkan, pandemi covid-19 menimbulkan tantangan besar dalam dunia pendidikan anak usia dini. Karena kegiatan bermain-belajar bagi anak PAUD tidak boleh berhenti sama sekali, agar periode emas pada anak usia 0-5 tahun tetap optimal.

“Jika intensitas belajar anak usia dini menurun, maka mereka akan kesulitan pada jenjang pendidikan selanjutnya. Apalagi, banyak orangtua yang mengaku kesulitan saat menerapkan kegiatan bermain-belajar selama berada di rumah karena pandemi,” ujarnya.

Pandemi telah menyebabkan perubahan yang luar biasa terhadap pendidikan di Tanah Air. Dampak dari semua perubahan itu telah mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, khususnya mereka yang berada di jenjang PAUD.

Hal senada dikemukakan istri dari Mendikbudristek, Franka Nadiem Makarim. Ia menuturkan, pihaknya sudah mengizinkan kedua untuk melakukan PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya yakin, jika kita disiplin menjaga kesehatan anak-anak kita, mereka akan dapat bersekolah dengan aman, nyaman, dan optimal,” ucap Franka.

Direktur PAUD, Ditjen PAUD Dikdasmen, Kemdikbudristek, Muhammad Hasbi mengemukakan, beberapa intervensi yang dilakukan di masa pandemi adalah relaksasi Biaya Operasional Pendidikan (BOP). Satuan PAUD dengan peserta didik di bawah 9 anak akan tetap dapat BOP dengan jumlah maksimal 9 anak.

“Kebijakan itu merupakan daya dukung bagi satuan PAUD untuk tetap beroperasi, dan berinovasi agar peserta didik tetap dapat layanan pendidikan,” ujarnya.

Ditambahkan, Kemdikbudristek juga memberi bantuan perlengkapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada 4.432 satuan PAUD. Bantuan tersebut untuk mendukung kesiapan fasilitas cuci tangan, air bersih dan sabun untuk mendukung PTM terbatas di masa adaptasi kebiasaan baru.

Berbagai intervensi itu, menurut Hasbi, berhasil mempertahankan Angka Partisipasi Kasar untuk PAUD dari 41,08 pada 2019-2020 menjadi 40,17 pada 2020-2021. Jumlah satuan PAUD yang tetap beroperasi pada 2019-2020 sebanyak 205.472 menjadi 204.230 pada 2020-2021. (Tri Wahyuni)