Baru DKI dan Bengkulu Terapkan SKO

0
Kabid PPLP, Surono berharap unifikasi PPLP, PPLPD dan SKOI berjalan dan melebur jadi SKO. (Suarakarya.co.id/Warso).

JAKARTA (Suara Karya): Kabid Pembinaan PPLP Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Dr. Suruno menegaskan, baru dua Provinsi yaitu Bengkulu dan DKI Jakarta yang memiliki kerjasama solid antara Dinas Olahraga dan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan pembinaan atlet berbakat di Tanah Air. Kerjasama seperti itu sudah melambangkan Sekolah Khusus Olahraga berjalan dengan lancar.

“Di dua Provinsi ini ada Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) dan Pendidikan Olahraga Pelajar (POP). Namun ketiganya dapat bersinergi dan meningkatkan atlet menuju pentas nasional serta internasional,” tegas Surono di Jakarta, kemarin.

Surono mengatakan, bila semua daerah yang memiliki PPLP, PPLPD, serta SKOI bisa bersatu dalam menyatukan visi dan misi, maka tidak menutup kemungkinan pembinaan atlet di berbagai daerah akan maju dan memiliki persaingan ketat dalam melahirkan atlet berprestasi nasional. Bahkan tidak tanggung-tanggung mencapai internasional.

Sementara di daerah lain pembinaan prestasi atlet masih mementingkan egoisme masing-masing. Bahkan Dinas Olahraga dan Dinas Pendidikan tidak dapat bersatu dalam melahirkan atlet nasional. Terkesan berebut untuk membina dan melakukan pembibitan atlet masing-masing.

Kondisi seperti itu yang membuat pembinaan prestasi atlet diberbagai daerah terasa terkotak-kotak. Padahal pada hakekatnya adalah satu melahirkan atlet nasional yang handal dan berpendidikan. Bahkan porsinya bisa terbagi yaitu dunia pendidikan melaksanakan pendidikan pada atlet. Sedang dunia olahraga memberikan bantuan pelatih agar prestasi atlet lebih maju sesuai dengan standart internasional.

Upaya menyatukan sikap dalam membina atlet nasional, Kemenpora melalui Deputi Pembudayaan Olahraga terus bergerak dan menggelar beberapa pertemuan dengan Kemendiknas agar unifikasi antara PPLP, PPLPD dan SKOI bisa disatukan dan dilebur menjadi SKO.

Bahkan tidak tanggung-tanggung melakukan tandatangan kerjasama (MoU). Namun MoU yang dilakukan November 2017 hingga kini belum terealisasi. “Kami berharap muncul Permendikbud secepat mungkin, dengan harapan SKO terealisasi dan berdiri diberbagai daerah. Dengan begitu Sekolah Khusus Olahraga bisa berjalan mulus dan lancar,”tegas Surono yang mewakili Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora. (Warso)