Bawaslu Pastikan Poster ‘Jokowi Raja Jawa’ Bukan Kampanye Hitam

0
Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan bahwa poster calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo yang memakai busana dan mahkota raja yang tersebar di pelosok Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, bukan termasuk kampanye hitam (black campaign) dan bukanlah ujaran kebencian (hate speech) yang mengandung SARA.

Pernyataan itu, disampaikan anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, kepada wartawan, di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin Nomor 14, Sarinah, Menteng, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

“Setelah kami melihat itu, tulisan di APK sedikit pun tidak mengarah kepada ujaran kebencian, black campaign, atau mengandung unsur SARA,” ujar Ratna.

Sebelumnya, kata Ratna, PDI Perjuangan menduga ada pihak yang sengaja menyebarkan poster tersebut untuk menjatuhkan Jokowi. PDIP sendiri membantah memproduksi dan menyebarkan poster tersebut. Karena ada nuansa fitnah jelang Pilpres 2019, PDIP tetap mencopot poster yang tersebar tersebut.

“Menurut PDIP itu bukan yang mereka produksi dan menurut mereka berdasarkan interpretasi mereka terhadap gambar itu, itu mengandung fitnah dan bertujuan untuk menjatuhkan,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, poster-poster dan stiker bergambar Joko Widodo dengan kostum Raja Jawa tersebar di pelosok Jawa Tengah. PDIP telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mencopot poster dan striker tersebut karena menilai ada unsur kampanye hitam menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. (Gan)