Bawaslu Temukan Ungkapan Penghinaan dari Peserta Pemilu 2019

0
Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja

JAKARTA (Suara Karya): Masa kampanye dalam tahapan Pemilu 2019 baru saja dimulai, namun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku sudah menemukan sejumlah penghinaan terhadap peserta pemilu 2019. Meski demikian, hal itu dinilai masih berupa pelanggaran etika kampanye, belum bisa digolongkan sebagai kampanye hitam.

Pernyataan itu, disampaikan komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja, kepada wartawan, di kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (24/9).

Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam kampanye secara damai, dengan cara tidak melakukan fitnah terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, partai politik, serta calon legislatif (caleg).

“Jadi tidak boleh ada penyerangan, fitnah kepada paslon, terhadap parpol peserta pemilu, caleg, dan jangan gunakan bahasa-bahasa yang menimbulkan kekisruhan, fitnah. Lebih baik dihindari. Tapi Bawaslu telah menemukan sejumlah penghinaan terhadap peserta pemilu 2019, meski masih sebatas pelanggaran etika kampanye, belum bisa digolongkan sebagai kampanye hitam,” katanya.

Namun demikian, Bagja mengatakan, upaya-upaya negatif tersebut, bisa menimbulkan ekskalasi dan memicu emosi masyarakat.

Selain kepada masyarakat, Bawaslu juga mengimbau elite partai politik untuk berkampanye secara damai. Elite politik diminta untuk menjaga ucapannya di media sosial yang mereka miliki.

“Mengkritisi boleh saja, tetapi harus dalam batas wajar dan menjauhi upaya penghinaan. Kalau ingin mengkritik, sebaiknya lebih kepada hal-hal yang substansial, supaya masyarakat teredukasi politik,” katanya menambahkan.

Dia menilai, menyampaikan kritikan kepada pemerintah, merupakan hal yang wajar dilakukan partai politik dan pendukungnya. Namun kritikan tersebut, ujar Bagja, jangan sampai menjurus ke penghinaan.

“kritikan kepada pemerintah dan terus mempertahankan program, adalah hal yang wajar. Tapi kalau ada kemudian menghina, itu tidak wajar,” ujarnya.

Bagja menambahkan, jika kemudian ditemukan upaya kampanye hitam dan penghinaan, Bawaslu akan menindak sebagai bentuk pelanggaran aturan kampanye. “Tapi ini masih termasuk ranah etika. Tapi kalau udah ‘black campaign’, nanti sudah masuk pidana pemilu,” katanya lebih lanjut. (Gan)