BAZNAS Bantu La Rama Bangkitkan Pertanian Bayam di Tanah Papua

0
La Rama, petani bayam di Kampung Ambon, Desa Abepantai, Distrik Abepura, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto: BAZNAS)

PAPUA (Suara Karya): Mendengar kata bayam mungkin akan terbersit sebuah sayur yang kerap ada di setiap hidangan keluarga. Mungkin terlihat sederhana, tapi di balik kesederhanaan itu, ada sebuah perjuangan para petani yang tetap menjaga kualitas sayur bayam. Ia adalah La Rama, petani bayam di Kampung Ambon, Desa Abepantai, Distrik Abepura, Kabupaten Jayapura, Papua.

La Rama bukanlah pemain baru dalam dunia perbayaman. Ia sudah cukup lama merasakan asam manis di bidang pertanian, termasuk pengalaman gagal panen. Banyak pil pahit yang harus ia telan selama menjadi petani. Gagal panen akibat hama sempat menjadi teman akrabnya. Minimnya pengetahuan La Rama juga menjadi salah satu faktor kegagalannya. Padahal, roda kehidupan harus terus berjalan. Ia harus tetap menafkahi istri dan empat anaknya meski pertaniannya mengalami gagal panen.

Namun kegagalan panen itu perlahan bisa disingkirkan usai La Rama bersama kelompok taninya bergabung dengan program pemberdayaan Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS. Dengan Program BAZNAS ini, La Rama mendapatkan modal serta pendampingan untuk pertaniannya. Di antaranya pendampingan pembuatan pupuk dan pestisida alami yang dicanangkan ZCD BAZNAS.

“Pengetahuan dan kemampuan kami tentang pertanian semakin bertambah berkat pendampingan yang dilakukan ZCD BAZNAS,” tutur La Rama.

Berkat pendampingan BAZNAS, La Rama dan para petani di desanya kini terus berkembang. BAZNAS memberikan banyak sekali manfaat kepada La Rama dan kelompok taninya yang kini sudah bisa membuat pupuk dan pestisida alami sehingga bisa menghemat pengeluaran.

Sebelum ikut program BAZNAS, La Rama mengakui dulu ia masih menggunakan pestisida dengan bahan kimia yang cukup berbahaya. Berkat pendampingan dari BAZNAS, dirinya kini tahu betapa bahayanya cara tersebut untuk alam dan para konsumennya.

Kini La Rama dan para petani sudah menggunakan bahan dan cara-cara alami yang tidak membahayakan alam dan hasil panennya nanti. Hal ini didukung oleh Poniran, selaku perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura yang bekerja sama dengan ZCD BAZNAS untuk terus melakukan pendampingan kepada para petani.

Kini, perekonomian para petani di Desa Abepantai mulai stabil dan bahkan terbilang meningkat. Sedikit demi sedikit hilanglah kekhawatiran para ayah untuk mencukupi nafkah keluarganya. Selain aspek ekonomi, ZCD BAZNAS juga hadir dengan program penguatan keagamaan.

Wilayah desa yang cukup terpencil serta minim akses pendidikan keagamaan, membuat banyak keluarga di Abepantai belum bisa membaca Al-Quran. Namun, kehadiran program dakwah ZCD BAZNAS telah mengubah itu semua. Kini masyarakat desa mulai meningkatkan kesadaran dan pengalaman keagamaannya, termasuk La Rama.

La Rama mengakui, usai mengikuti kajian dari program dakwah BAZNAS, ia semakin termotivasi untuk memperbaiki diri. Ia juga mendorong keluarganya untuk lebih rajin mengikuti kegiatan keagamaan yang digelar oleh ZCD BAZNAS. La Rama sadar betul bahwa sedikit kesuksesan yang ia peroleh kini merupakan keberkahan yang diberikan Allah SWT. (Pram)