Baznas Buka Gerai Zakat Saham di Bursa Efek Indonesia

0
(Foto: Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): PT Henan Putihrai Sekuritas bekerja sama Badan Amal dan Zakat Nasional (Baznas) membuka gerai zakat saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Gerai tersebut untuk melayani masyarakat yang ingin menunaikan zakat dan sedekah saham.

“Di gerai zakat saham ini,  masyarakat juga bisa dapat informasi seputar pasar modal syariah, mekanisme zakat dan sedekah saham, serta konsultasi zakat,” kata Deputi Baznas, Arifin Purwakananta usai pembukaan Gerai Zakat Saham, di Jakarta, Minggu (13/5)

Hadir dalam kesempatan itu, Direksi PT Henan Putihrai Sekuritas, Mohamad Yunus dan jajarab pimpinan Bursa Efek Indonesia.

Arifin menjelaskan, program sedekah dan zakat saham (Sazadah) sebenarnya telah diluncurkan sejak November 2017 lalu, setelah dinyatakan lulus kajian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saham dinilai jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai nishab.

“Melalui gerai ini, umat muslim yang memiliki saham membuat perhitungan apakah saham miliknya itu wajib dikeluarkan zakatnya karena sudah mencapai nishab atau ingin bersedekah. Gerai ini akan buka hingga akhir Ramadhan,” ujar Arifin seraya menyebut surah dalam Al Quran terkait zakat dan sedekah, yaitu At Taubah ayat 103.

Arifin berharap, program Sazadah dapat memfasilitasi investor syariah maupun konvensional untuk menyucikan harta, sekaligus berbagi kepada sesama melalui sedekah dan zakat saham.

“Program ini diharapkan jadi alternatif membendung kapitalisme dan kesenjangan sosial yang tinggi. Karena semakin banyak pelaku pasar modal yang bersedekah dan berzakat,” ujarnya.

Mohammad Yunus menjelaskan, keterlibatan PT Henan Putihrai Sekuritas dalam program Sazadah untuk kemudahan bagi investor pasar modal yang ingin memberi zakat dan sedekah saham.

“Kami akan membantu pengurusannya, yang penting individu atau perusahaan tersebut sudah memiliki rekening efek saham di BEI,” katanya.

Ditambahkan, sedekah dan zakat yang dikeluarkan para pemilik saham akan disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan melalui Baznas. Ini untuk membantu mustahik memperoleh penghidupan lebih baik melalui program Zakat Community Development (ZCD).

“Program itu merupakan pengembangan komunitas dengan mengintegrasikan aspek sosial (pendidikan, kesehatan, agama, lingkungan, dan aspek sosial lainnya) dan aspek ekonomi secara komprehensif. Pendanaan utama bersumber dari zakat, infak dan sedekah masyarakat,” ujarnya.

Disebutkan, selain berasa di gedung BEI, Jakarta saat ini gerai zakat saham juga tersedia di kantor Baznas pusat dan kantor Baznas daerah. (Tri Wahyuni)