BAZNAS Dorong Percepatan Kemajuan BAZNAS di Daerah

0
Dokumentasi BAZNAS

BENGKULU (Suara Karya): Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong percepatan kemajuan BAZNAS di daerah, seperti tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memberi pengarahan pada Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS se-Provinsi Bengkulu, di Latansa Hotel, pada 8-9 Juni 2021.

Turut hadir pada acara itu Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad, MA, dan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Supervisi Koordinasi Zakat Nasional, KH Achmad Sudrajat, Lc.M.A.

Dalam sambutannya, Prof Noor mengapresiasi terciptanya sinergi positif antara BAZNAS Pusat dengan daerah yang sudah terjalin sejak lama. Menurutnya hal ini menjadi sinyal positif untuk optimalisasi pengelolaan zakat di tingkat nasional dan daerah.

“Saya sangat mendukung adanya sinergitas antara pusat dan daerah yang telah terjalin sejak lama karena hal ini merupakan langkah baik untuk kita teruskan. Dengan adanya satu keterikatan di antara kita, maka akan mudah mencapai tujuan BAZNAS, yakni demi kesejahteraan umat,” kata Noor.

Noor juga menyebut jika BAZNAS Bengkulu merupakan salah satu yang aktif dalam menyalurkan dan membantu sesama. Kepedulian BAZNAS Bengkulu terhadap mustahik, guru ngaji berprestasi, juara PTQ, serta lapisan masyarakat lainnya semakin menegaskan peran BAZNAS Bengkulu yang telah hadir di tengah masyarakat.

“BAZNAS Bengkulu termasuk BAZNAS Provinsi yang sangat aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan dan pendistribusian bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Saya bangga dengan hal itu. Kehadirannya di tengah masyarakat dapat dirasakan betul dengan aktif dalam berbagai aksi,” kata Noor.

Noor menambahkan, Rakorda BAZNAS Bengkulu sebagai kerja sama positif untuk memaksimalkan literasi zakat nasional demi meningkatkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Demi optimalisasi penyaluran dan pengumpulan ZIS tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak, dari yang di pusat dan di daerah. Maka BAZNAS terus mendorong percepatan kemajuan dan kemandirian BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, demi kekuatan fondasi pengumpulan zakat,” katanya.

“Mari bersama meningkatkan semangat juang amil, karena amil diamanahi untuk kesejahteraan umat,” ucap Prof Noor.

Sementara itu, Achmad Sudrajat mengatakan Koordinator Zakat Nasional BAZNAS RI akan mendorong percepatan peningkatan tata kelola BAZNAS di daerah. Menurutnya, potensi zakat di Indonesia sangatlah besar, maka dibutuhkan koordinasi menyeluruh BAZNAS RI dan Provinsi serta kabupaten/kota.

“Potensi zakat di Indonesia sangatlah besar, maka diharapkan akan bisa diserap oleh BAZNAS. Kunci agar semuanya bisa maksimal adalah dengan koordinasi zakat secara nasional dengan berbagai tingkatan,” kata Achmad Sudrajat.

Untuk itu, lanjutnya, BAZNAS perlu terus meningkatkan akuntabilitas dan profesionalitas, serta berinovasi dalam mengelola ZIS, sehingga membuat muzaki merasa yakin untuk menyalurkan dana ke BAZNAS.

“Kepercayaan publik menjadi sangat penting. Kepercayaan publik kepada BAZNAS yang terus meningkat membuktikan bahwa BAZNAS telah menunaikan tugasnya dengan baik, menyalurkan dana tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

“BAZNAS juga terus menegaskan posisinya sebagai koordinator bagi lembaga amil zakat lainnya, demi berkontribusi kepada negara di bidang pembangunan kesejahteraan masyarakat serta penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat,” katanya lagi.

BAZNAS sebagai operator dan koordinator zakat nasional, terus meningkatkan standarisasi pengelolaan zakat menunu arah yang lebih baik. Sebagai operator, BAZNAS melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan pengumpulan-penyaluran dana ZIS.

“Sementara sebagai koordinator, BAZNAS melakukan pertimbangan BAZNAS daerah, rekomendasi izin LAZ, perencanaan dan pelaporan nasional,” kata Achmad Sudrajat. (Pramuji)