BAZNAS Gelar Konferensi Zakat Internasional ke-5

0

JAKARTA (Suara Karya):  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-5 atau The 5th International Conference of Zakat (ICONZ) 2021 yang digelar secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal youtube BAZNAS TV pada 22-23 November 2021.

Konferensi tersebut mengangkat tema “Digital Transformation of Zakat: Building Resiliency and Prosperity of Ummah in Times of COVID-19”. Konferensi zakat bergengsi ini terselenggara atas kerjasama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI), Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syarif Hidayatullah), Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta.

Acara the 5th ICONZ resmi dibuka oleh Ketua BAZNAS Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, dan Ketua Komisi VIII DPR RI H. Yandri Susanto, S.Pt. Kemudian, kata sambutan disampaikan oleh Gubernur Provinsi Jakarta Anies Rasyid Baswedan.,Ph.D, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis, MA, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Prof. Dr. H. Gunawan Suryoputro, M.Hum.

“Saat ini penelitian terkait transformasi digital pada OPZ masih sangat terbatas. Padahal, penelitian tentang digitalisasi di lembaga zakat sangatlah penting agar lembaga zakat dapat segera mengakselerasi dalam mengadopsi teknologi digital di tengah pandemi,” ujar Ketua BAZNAS Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.

Oleh karena itu, menurut Prof Noor, the 5th ICONZ menginisiasi suatu platform ilmiah untuk mendiskusikan transformasi digital OPZ dan bagaimana transformasi digital tersebut dilakukan serta masalah-masalah yang dihadapi oleh lembaga zakat dalam proses transformasi digital.

“Digitalisasi mampu meningkatkan keamanan pengumpulan dan pengelolaan zakat. Digitalisasi tentu akan mengurangi biaya yang selama ini dikeluarkan dalam transaksi,” jelasnya.

Prof Noor berharap, the 5th ICONZ dapat melahirkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam manajemen OPZ agar pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat dapat membangun ketahanan masyarakat khususnya mustahik di tengah pandemi dan juga membuka peluang kesejahteraan bagi para mustahik.

“Kami juga berharap kegiatan ini menjadi penguat literasi zakat bagi masyarakat umum,” kata Prof Noor.

Konferensi diselenggarakan secara online melalui platform Zoom Meeting. Sebanyak 500 peserta yang hadir berasal dari BAZNAS Daerah, LAZ, para akademisi dari berbagai Universitas, serta masyarakat umum turut meramaikan acara sesi plenary.

The 5th ICONZ turut mengundang para akademisi dan peneliti dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia untuk mempresentasikan penelitian mereka yang berkaitan dengan tema utama the 5th ICONZ.

Turut hadir narasumber terbaik dibidangnya untuk berbagi pengalaman dalam pembahasan plenary session: Mokhamad Mahdum SE, MIDEc, AK, CA, CPA, CWM (Wakil Ketua BAZNAS), Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc,Ph.D (Komissioner BAZNAS), Prof. Dr. Hilman Latief (Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI), Firman Zainal Abidin,M.Ak. (Ketua Badan Pengurus BMH), Muhammad Faris Afif (Lead Islamic Social Finance Link Aja), Prof. Mohammad Kabir Hassan (University of New Orleans, USA), Dr. Ayub Miah (CZM, Bangladesh), M. Irfan Sukmana (Islamic Economics Education & Socialization Coordinator, Bank Indonesia), Dr. Yulizar D. Sanrego (DSN-MUI), Muhammad Lawal Maidoki (Sokoto Zakat and Endowment Commission), Dr Abid Smerat (Shunduq Zakat Jordan) dan Dr. Oni Sahroni, M.A. (DSN-MUI). (Warso)