BBPSU Gelar Penulisan Kreatif bagi Komunitas Baca di Kepulauan Sitaro

0

JAKARTA (Suara Karya): Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara (BBPSU) menggelar Bengkel Sastra Penulisan Kreatif bagi komunitas baca di Kabupaten Sitaro. Lewat kegiatan itu, diharapkan tumbuh kebiasaan membaca di kalangan muda di daerah tersebut.

“Meningkatkan minat baca saat ini bukan hal mudah, karena kita bersaing dengan media sosial yang kian marak di kalangan muda,” kata Kepala BBPSU, Dwi Sutana dalam siaran pers, Sabtu (16/10/21).

Karena itu, lanjut Dwi Sutana, kegiatan untuk meningkatkan literasi di masyarakat dilakukan lewat penulisan kreatif. Hal itu tak saja mendongrak kepercayaan diri, tetapi juga cara berkomunikasi dengan orang lain lewat tulisan.

“Bengkel Sastra Penulisan Kreatif untuk siapa saja yang ingin membuat komunitas literasi di tempat asalnya. Jadi, bukan sekadar ikut-ikutan. Peserta juga harus memiliki prestasi tertentu yang akan mendukung capaian itu,” tuturnya.

Dalam komunikasi lintas bangsa, menurut Dwi Sutana, ada kecenderungan penilaian kemajuan sebuah bangsa diukur dari tinggi rendahnya minat baca masyarakat. Bahkan, tingkat literasi suatu bangsa secara lebih luas menjadi citra tinggi rendahnya peradaban bangsa.

“Minat baca dan tingkat literasi masyarakat Indonesia, jika dilihat dari ukuran tingkat dunia, masih perlu ditingkatkan agar sejajar dengan bangsa-bangsa yang telah mencapai taraf literasi dan minat baca tinggi,” ujarnya.

Dwi Sutana menambahkan, isu utama yang berkembang belakangan adalah kemampuan baca atau literasi anak Indonesia tertinggal selama 4 tahun dibanding kemampuan baca anak di negara maju.

“Hal ini disebabkan berbagai faktor seperti, sosial, ekonomi, geografi, jumlah penduduk, serta adanya fakta bahwa tradisi budaya baca tulis (literasi) dan berpikir kritis serta kreatif belum dibangun secara masif dan sistemik di Indonesia,” tuturnya.

Bangsa dengan budaya literasi yang tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut untuk berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global.

Kegiatan Bengkel Penulisan Kreatif, lanjut Dwi Sutana, menghadirkan narasumber Duta Baca Provinsi Sulawesi Utara yang juga pengelola Komunitas Baca Manado, Faradila Bachmid, dan Akbar Wicaksono dari Komunitas Baca Jawa Tengah.

Ada 6 mareri yang disampaikan narasumber yaitu perkembangan literasi di Sulut dan Jawa Tengah, bahan bacaan literasi dan perjenjangan buku, penulisan kreatif dalam karya sastra, teknik dan langkah-langkah menulis karya sastra, praktik baik dalam membaca karya sastra, dan pengelolaan serta pembinaan rumah baca agar berdiri secara legal atau berbadan hukum.

“Keenam materi ini penting diketahui mereka yang ingin mengelola komunitas baca, agar dapat menerapkan praktik baik literasi, seperti mendirikan taman baca masyarakat (TBM), bedah buku, dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Menariknya, menurut Dwi Sutana, kegiatan itu juga ada sesi penulisan dan pembacaan puisi dengan menggunakan bahasa daerah. Hal itu sekaligus upaya pelestarian bahasa daerah di kalangan muda, khususnya bahasa Sangihe dialek Siau. (Tri Wahyuni)