Beasiswa Pendidikan Vokasi Dorong Riset Terapan Berbasis Industri

0

JAKARTA (Suara Karya): Guna menciptakan ekosistem riset terapan yang kondusif di lingkungan kampus vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Skema Pembiayaan Program Riset Terapan Keilmuan Dalam Negeri-Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi.

Program tersebut merupakan satu dari sembilan Program Beasiswa Pendidikan Vokasi Tahun 2021 yang disepakati Ditjen Pendidikan Vokasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Ahmad Saufi menjelaskan, program riset keilmuan terapan ini kental dengan relevansi pendidikan tinggi vokasi terhadap kebutuhan DUDI, khususnya sektor UMKM serta masyarakat.

Maka dari itu, Saufi meminta agar setiap riset terapan yang dilakukan perguruan tinggi vokasi harus sejalan dengan kebutuhan dunia industri atau bersifat ‘demand driven’.

“Riset terapan yang akan didanai adalah riset yang mampu menjawab kebutuhan DUDI. Misalkan, produk dalam bentuk barang atau jasa menjadi lebih baik, berkualitas tetapi murah,” kata Saufi dalam diskusi media Program Beasiswa Pendidikan Vokasi Indonesia Tahun 2021 di Jakarta, Jumat (21/5/21).

Pada program ini, Saufi menjelaskan, LPDP menyerahkan seluruh proses penyusunan skema, syarat dan seleksi kepada Kemdikbudristek. Untuk itu, pihaknya menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) guna menjadi kurator dan reviewer dari program tersebut.

“Sehingga baik pendidikan tinggi vokasi maupun industri yang digandeng memiliki persepsi yang sama atas pengembangan riset terapan,” katanya.

Skema itu, lanjut Saufi, diberikan bila peneliti mampu menggandeng industri dan menyampaikan ada problem industri yang bisa dijawab dengan peluncuran dana riset terapan tersebut.

Hasil riset terapan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, akurasi, efisiensi dan efektivitas, serta kontribusi dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial. Selain itu untuk efisiensi berskala usaha, membangun customer intimacy dan produk yang adaptif terhadap perubahan di masa depan.

Riset penelitian terapan yang digagas tim peneliti pun nantinya bermacam topik, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, transportasi, energi baru terbarukan, kesehatan, konstruksi, kemaritiman, pertanian, kehutanan, sosial humaniora, hingga pengembangan karya intelektual.

Selain Program Riset Keilmuan Terapan, sebelumnya Ditjen Pendidikan Vokasi bersama LPDP telah meluncurkan 9 skema beasiswa yang terdiri atas dua program gelar dan tujuh program non-gelar.

Adapun diskusi juga dihadiri Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaja dan Koordinator Program Beasiswa Pendidikan Vokasi Tahun 2021, Agus Susilohadi. (Tri Wahyuni)