Beasiswa Santri Berprestasi 2022 Dibuka, Tersedia Kuota bagi 600 Orang!

0

JAKARTA (Suara Karya): Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2022 dibawah kelola Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama kembali dibuka. Tersedia kuota bagi 600 orang.

Direktur PD Pontren, Waryono Abdul Ghafur dalam siaran pers, Kamis (17/3/22) menjelaskan, pendaftaran beasiswa berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Maret hingga 15 April 2022.

“Tersedia 80 pilihan program studi di 26 perguruan tinggi mitra PBSB di dalam negeri. Segera mendaftar agar tidak ketinggalan,” kata Waryono Abdul Ghafur menegaskan.

Pilihan program studi pada PBSB mulai dari keagamaan, manajemen pendidikan, sains dan teknologi, kedokteran, kesehatan, ekonomi, sosial humaniora, pertanian, serta beberapa program studi vokasi.

“Santri pendaftar hanya boleh memilih satu program studi yang benar-benar diminati,” ujarnya.

Dijelaskan, PBSB merupakan program afirmasi dari negara yang dikhususkan bagi kalangan santri agar mendapat kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan studi sarjana dan magister.

Untuk ikut seleksi tersebut, santri bisa mendaftar secara online melalui laman https://ditpdpontren.kemenag.go.id/pendaftaranpbsb/

Santri yang berminat bisa segera mempersiapkan persyaratan lengkap yang mengacu pada booklet PBSB Tahun 2022 yang dapat diunduh pada laman https://ditpdpontren.kemenag.go.id/pbsb/booklet/

Kepada para pengelola PBSB, Waryono mengingatkan untuk menjaga proses tata kelola dan manajemen pelaksanaan seleksi ini secara terbuka dan akuntabel. Dengan demikian, semua santri bisa mendapat kesempatan yang sama untuk dipilih.

PBSB adalah program beasiswa penuh bagi santri yang memiliki kemampuan akademik, kematangan pribadi, kemampuan penalaran, dan potensi untuk mengikuti program pendidikan tinggi.
Seleksi PBSB dilakukan melalui sistem terbuka dan berbasis elektronik.

Jenis beasiswa yang diberikan, antara lain beasiswa penuh untuk Program Sarjana (S1) paling lama 48 bulan; beasiswa penuh untuk pendidikan Profesi paling lama 24 bulan; dan beasiswa penuh untuk Program Magister (S2) paling lama 24 bulan.

Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Basnang Said menambahkan, sistem dibuat secara online untuk memudahkan pesantren dalam mendaftar PBSB. Termasuk pilihan program studi, perguruan tinggi mitra, serta domisili kampus yang akan dipilih.

Pesantren dapat mendaftar pada link pendaftaran online PBSB, dengan memastikan Nomor Statistik Pesantren (NSP) yang terdaftar di Kementerian Agama. Pesantren mendaftar santrinya dengan memilih nama santri pada sistem data santri yang telah dimutakhirkan pada EMIS Ditjen Pendidikan Islam.

“PBSB selama ini diperebutkan banyak santri. Kami berharap santri yang telah lulus tidak mengundurkan diri, karena konsekuensinya adalah pesantren asal tidak diperkenankan lagi mendaftar PBSB pada tahun depan,” ucap Basnang. (Tri Wahyuni)