Belajar Bahasa Indonesia lewat Lagu, Wanita Mesir Ini Sabet Juara UM Ifest 2022

0

JAKARTA (Suara Karya): Sepulang liburan dari Bali, perempuan asal Mesir bernama Noha Gharib mengaku jatuh cinta pada budaya Indonesia. Demi memenuhi cintanya itu, Noha mencari cara agar bisa kembali ke Indonesia.

“Saya pergi ke Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) di Kairo untuk mencari tahu dimana bisa belajar bahasa Indonesia, sebagai bekal mencari beasiswa pascasarjana ke Indonesia,” kata Noha saat bincang santai secara daring, Jumat (1/12/22).

Acara tersebut dipandu staf Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Devi Virhana. Bincang santai itu bisa disaksikan melalui kanal Youtube Badan Bahasa.

Noha belajar bahasa Indonesia melalui Program bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dikelola Badan Bahasa. Program tersebut kini tersedia di 45 negara. Hal itu memungkinkan sebagai implikasi atas amanah UU Nomor 24 tahun 2009 tentang misi menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Menurut Devi, banyak orang asing tertarik belajar bahasa Indonesia dengan beragam alasan seperti tertarik dengan budaya Indonesia, wisata, mengembangkan karir, hingga menjadi guru budaya dan bahasa Indonesia di negara asal.

Berkat tekad yang kuat, Noha mendapat beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), meski saat itu kemampuan bahasa Indonesianya masih pas-pasan. Ia diterima program S2 di Universitas Negeri Yogyakarta, jurusan seni musik.

“Sudah bahasa Indonesia saya belum lancar, ditambah lagi harus belajar bahasa Jawa agar kuliah saya optimal,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan Noha untuk mengatasi kondisi itu adalah belajar dari lagu-lagu Indonesia dan Jawa. Dan mengasah kemampuan berbahasanya itu dengan banyak ngobrol dengan teman kuliah dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

Cara itu dilakukan Noha karena kecintaan pada dunia musik. Selain piawai bermain musik, ia juga memiliki suara yang indah. Bahkan ia selalu ingin mengasah bakat dengan tampil di berbagai kompetisi musik di Indonesia.

Belum lama ini, Noha berhasil menyabet juara pertama lomba nyanyi berbahasa Indonesia tingkat internasional yang digelar Universitas Negeri Malang bertajuk ‘UM Ifest 2022’ pada 30 November 2022 lalu.

UM Ifest 2022 adalah kompetisi skala internasional yang diikuti para penutur asing dari berbagai negara, antara lain lomba membaca berita, lomba menari, lomba bernyanyi dan sebagainya.

Tahun sebelumnya, perempuan yang akrab dipanggil Nono itu meraih juara 3 di ajang yang sama. Ia juga menjadi peserta dalam Festival Handai Indonesia (FHI) tingkat internasional yang diadakan Badan Bahasa pada Oktober 2022 lalu.

Perjuangan Noha tentu tidak mulus, mulai dari memahami kata demi kata, pelafalan, penulisan huruf. Karena waktu untuk belajar bahasa harus diimbangi dengan menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Namun, ia pantang menyerah. Karena dukungan orangtua dan teman-temannya terus mengalir saat ia hidup sendiri di Tanah Air.

Selain kerap bermain musik dan mengcover lagu-lagu berbahasa Indonesia, ia juga serint berbagi ceritanya kepada Duta Bahasa Yogyakarta dalam program siniar di Balai Bahasa Yogyakarta. Bahkan Noha akan berkolaborasi dalam program Badan Bahasa lainnya.

Kepala Balai Bahasa Yogyakarta, Dwi Pratiwi sangat menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap akan banyak pemelajar BIPA yang bersemangat dalam mengembangkan bakatnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Endang Aminudin Aziz memberi apresiasi atas kreatifitas pemelajar BIPA yang ikut membantu penginternasional bahasa Indonesia.

Ia mengaku akan menyiapkan wadah yang lebih strategis bagi pemelajar BIPA yang berbakat dan ingin unjuk kebolehan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pemelajar BIPA tampil di TV nasional. (Tri Wahyuni)