Beragam Kegiatan Digelar bagi 238 WNI Selama Observasi di Natuna

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, pemerintah berupaya memenuhi seluruh logistik yang dibutuhkan 238 WNI di Natuna.

“Kami berupaya memenuhi semua kebutuhan 238 WNI di Natuna. Tak hanya makanan untuk fisik, tetapi juga jiwanya agar tak bosan selama 14 hari masa observasi,” kata Anung dalam teleconference dengan media di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Ditambahkan, kebutuhan logistik itu terus diperbarui, termasuk makanan ringan seperti snack. Bahkan, tim pendukung sedang berupaya memenuhi kebutuhan lainnya seperti alat musik untuk memecah kejenuhan di area observasi.

“Tak hanya kebutuhan jasmani, pemerintah juga berupaya memberi dukungan pada layanan kesehatan jiwa. Karena kami tahu, masa observasi yang berlangsung selama 14 hari dalam ruangan yang tak seberapa leluasa dinilai rentan terhadap stress,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, lanjut Anung, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan tim psikolog disekitar area observasi. Mereka siap memberi dukungan psikologis bagi para WNI di Natuna.

“Hari ini telah hadir tim dukungan untuk layanan psikologi baik dari Kementerian Kesehatan maupun unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kesehatan serta organisasi profesi untuk memberi dukungan layanan,” tuturnya.

Anung menegaskan, tim tersebut telah siap memberi pendampingan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Bila diperlukan nanti kita tinggal menggeser ke area observasi,” ujar Anung.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus virus novel corona secara global berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan ada 14.557 yang sudah terjangkit virus baru tersebut. Dari jumlah itu, tercatat ada 264 kasus baru. Orang yang terinfeksi belakangan ini semakin luas. Begitupun lokasi penyebarannya, kini menjangkau 23 negara.

Dari sekitar 14 ribu kasus, 9 ribu kasus di antaranya memang ada di Wuhan. Jumlah korban meninggal ada 304 orang. Di luar China ada 146 kasus yang sudah konfirmasi dan tersebar di 23 negara. Satu kematian dilaporkan terjadi di luar China, yaitu negara Philipina.

Semua regional melaporkan ada kasus terjadi di masing-masing negara, kecuali regional Afrika. Termasuk kasus baru di Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan ada 1 kasus virus novel corona.

Sejak Minggu (02/02/2020), pemerintah melakukan pemulangan terhadap 238 WNI ke Indonesia. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, mereka harus menjalani masa observasi 14 hari di Kepulauan Natuna. Terutama pada mereka yang sebelumnya banyak melalukan kontak fisik dengan 3 WNI yang sakit di China.

Di Natuna, mereka tinggal di area hanggar di bandara, menempati satu tenda besar yang disekat-sekat menjadi 7 kamar. Dilaporkan, kondisi kesehatan mereka hingga hari ini bagus. Mereka tak hanya diam di kamar, tetapi juga diberi agenda harian mulai dari kegiatan olahraga hingga kesenian agar terus sehat dan gembira. (Tri Wahyuni)