Berdampak Positif Terhadap Lulusan, Alasan Industri Dukung Program SMK PK SPD

0

PEKANBARU (Suara Karya): Industri mendukung Program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan (PK SPD) karena meyakini program tersebut akan berdampak positif terhadap lulusan.

“Jika mutu lulusan Program SMK PK SPD bagus, maka yang untung adalah industri selaku pengguna lulusan tersebut,” kata General Manager (GM) Angkasa Garden Hotel, Pekanbaru, Hotman Chris Mario di teras hotelnya, pekan lalu.

Angkasa Garden Hotel merupakan satu dari 6 industri perhotelan yang bersedia menjadi mitra SMKN 3 Pekanbaru. Lima hotel lainnya adalah Grand Jatra Hotel, Furaya Hotel, Khas Pekanbaru Hotel, Royal Asnof Hotel dan Grand Elite Hotel.

Mario mengungkapkan, pihaknya memberi dukungan kepada SMKN 3 Pekanbaru, karena selain alumni dari sekolah itu, juga karena tertarik atas program yang ditawarkan Ditjen Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) tersebut.

“Karena baru kali ini, kami ditanya soal komitmen, rencana program untuk sekolah, sekaligus pendanaan, sebelum bermitra dengan SMKN3 Pekanbaru. Biasanya habis penandatanganan kerja sama magang, setelah itu tak ada komunikasi lagi,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Hotman, pihaknya tidak merasa terbebani saat harus rapat membahas program yang akan dikembangkan bersama sekolah. Ada 10 target intervensi yang akan dilaksanakan bersama antara industri dan SMKN 3 Pekanbaru.

Disebutkan, sepuluh intervensi itu adalah penyelarasan kurikulum, pengadaan guru tamu dari industri, magang atau praktik kerja lapangan, pelatihan bagi guru, serta peningkatan sarana dan prasarana.

Selain juga ada pengembangan ‘teaching factory’, sertifikasi kompetensi bagi siswa atau guru, dan penguatan pembelajaran. Dan komitmen penyerapan lulusan, dan kegiatan lain-lain yang mendukung program link and match.

“Kolaborasi industri dan sekolah diharapkan berdampak positif terhadap siswa. Apalagi magang kini dilakukan selama 6 bulan, sehingga siswa punya banyak waktu untuk mengasah keahliannya,” ucapnya.

Saat ini, Hotman menambahkan, pihaknya menerima 12 siswa peserta magang. Mereka berlatih di semua lini pekerjaan, mulai dari ‘front office’, dapur, makanan dan minuman, hingga pelayanan kamar. Sehingga siswa bisa merasakan semua pekerjaan, sehingga bisa menentukan karirnya di dunia perhotelan di masa depan.

“Berlatih di sekolah kondisinya berbeda saat terjun di dunia kerja. Nah siswa bisa menentukan pilihan karir di masa depan. Kami juga bisa melihat siswa potensial untuk direkrut sebagai karyawan setelah lulus,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan GM Furaya Hotel, Iwan Juansyah. Sebelum praktik di hotelnya, ia selalu melakukan perkenalan kepada siswa tentang pekerjaan yang akan dijalani selama magang .

“Pengenalan akan dunia kerja penting bagi siswa. Saya tekankan tidak boleh main-main saat kerja. Karena hal itu akan mempengaruhi citra hotel,” katanya.

Iwan menyayangkan sikap siswa yang tidak profesional saat magang. Padahal kunci dari industri perhotelan adalah pelayanan. “Sekolah harus memperbaiki attitude siswa. Mungkin dampak pandemi, siswa sekarang itu tidak bisa beramah-ramah dengan orang lain. Padahal senyum ramah kepada tamu kunci di bisnis perhotelan,” tuturnya.

Iwan tidak menolak diajak kerja sama dalam Program SMK PK SPD karena yakin program tersebut bakal meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Apalagi kerja sama dengan SMKN 3 Pekanbaru telah lama dilakukan.

“Kami sudah tahu kualitas SMKN 3 Pekanbaru, karena banyak karyawan alumni sekolah tersebut. Selagi program tersebut berdampak positif terhadap lulusan, akan kami bantu,” ujar Iwan.

Pernyataan serupa disampaikan GM Grand Jatra Hotel, Bregas Yekti. Ia mengaku tidak terbebani saat diajak rapat dengan sekolah, maupun menjadi guru tamu. Padahal pekerjaannya sebagai GM tidaklah sedikit.

“Jika tidak keluar kota, saya atur waktu agar bisa rapat dengan sekolah. Saya suka, karena bisa memberi masukan kepada sekolah terkait banyak hal, termasuk kompetensi siswa yang harus dimiliki di masa depan,” katanya.

Sebelum penerimaan siswa magang, Bregas menggelar acara hotel tour bagi siswa untuk mengenal pekerjaan yang akan dikerjakan selama magang dan lingkungan sekitar hotel. Termasuk merasakan makanan di restoran hotel.

“Jadi ketika resmi magang, siswa tidak lagi kaget lagi. Kalau hari pertama magang sudah menyenangkan, maka pekerjaan selanjutnya jadi lebih mudah,” ujarnya.

Soal kendala, Bregas menyebut kesulitan mengatur waktunya sebagai guru tamu. Kadang waktunya berbenturan dengan pekerjaan utamanya. “Kedepan, semoga bisa lebih banyak waktu untuk menjadi guru tamu,” ucapnya.

Ia melihat kualitas siswa SMKN 3 Pekanbaru sudah bagus. Apalagi sekarang durasi magang lebih lama, yaitu 6 bulan. Hal itu cukup bagi siswa untuk mengasah keahliannya. “Tinggal poles sedikit saja, mereka sudah siap kerja,” katanya.

Bregas menyatakan pihaknya akan melakukan rekrutmen baru, dan prioritas diberikan kepada siswa magang yang dinilainya memenuhi kriteria yang dibutuhkan. “Perekonomian mulai bangkit lagi selepas pandemi ini. Kami butuh karyawan baru, yang akan diambil sebagian dari siswa magang,” ucap Bregas menutup perbincangan. (Tri Wahyuni)