Beri Keunikan, Pemkot Sambut Kehadiran Saung Keramba Preto Situ Rawa Gede

0

KOTABEKASI (Suara Karya): Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi menyambut baik pembangunan Saung Keramba Preto yang diwujudkan secara mandiri murni dari ide-ide kreatif warga. Saung Keramba Preto dinilai unik selain menawarkan pemandangan alam juga dilengkapi budidaya ikan hias, dan bagian dari pengembangan obkyek wasata Situ Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Kami menyambut baik sekali dan mendukung usaha-usaha atau ide-ide pembangunan ikon pariwisata Kota Bekasi dari warga, salah satunya seperti H Ujat ini. Apalagi Saung Keramba Preto ini menjadi sangat potensial karena memang tempat yang ditawarkan pun pemandangannya indah, bersih, dan nyaman,” ujar Deded Kusmayadi, Plt. Kepala Disparbud dalam siaran pers Humas Pemkot Bekasi yang diterima Rabu pagi (8/6/22).

Deded menjelaskan, pengembangan Situ Rawa Gede menjadi dua zona menyusul dikembangkannya Saung Keramba Preto akan menambah daya tarik obyek wisata ini dimata wisatawan.

“Apalagi Saung Keramba Preto ini adalah Zona-2 dari area Situ Rawa Gede yang menurut kami akan semakin mampu menjadikan wilayah sekitar sini sebagai pusat objek wisata Kota Bekasi. Karena, areanya yang semakin meluas dan potensi-potensi hiburan yang ditawarkan pun akan semakin banyak, selain pemanfaatan saung-saung lesehan yang sejuk di pusat kota,” ujarnya.

Terkait rencana-rencana pembangunan yang diutarakan warga pengembang Saung Keramba Preto H Ujat untuk menambah area pengunjung, Deded mengaku akan mendukung penuh segala pembangunan yang digagas secara mandiri bersama warga setempat.

“Tentunya, kami mendukung penuh rencana-rencana pembangunan yang digagas Bapak H Ujat untuk tempat ini ke depannya. Bahkan, tentunya akan kami bantu mempromosikan ke khalayak luas agar semakin banyak warga yang datang ke sini,” tandasnya.

Deded mengingatkan, bagi pihak pemerintah perlu diperhatikan keamanan dan ketertibannya serta dijaga kebersihan dan kenyamanan lingkungannya. “Sehingga warga yang datang pun betah bahkan bisa jadi akan ketagihan untuk datang ke sini lagi dan lagi namun tetap taat jaga protokol kesehatan satu sama lain,” pesannya.

Dalam siaran pers disebutkan, Situ Rawa Gede dikelola oleh Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan (KPPL) Situ Rawa Gede yang berdomisili di sekitar Situ Rawa Gede, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Ini, sudah dikenal luas khalayak, tahun lalu even Festival Situ Rawa Gede mampu meraih kunjungan wisatawan dan menjadi salah satu agenda Jabar’s Calendar Event.

Obyek wisata ini tambah menarik dengan adanya Saung Keramba Preto berdekatan lokasi disebut sebagai zona dua dan dikelola mandiri oleh H Ujat bersama warga sekitar. Saung Keramba Preto dengan ciri khas keramba atau kolam budidaya ikan hias membentang di sepanjang jembatan yang menghubungkan pintu masuk dengan area center saung tersebut, menawarkan sensasi sejuknya area Situ Rawa Gede dan fasilitas permainan air seperti perahu kayuh, lokasi foto dengan view menarik serta kios-kios kuliner.

“Kenapa ada nama keramba-nya, karena memang ada kolam-kolam ikan tempat kami membudidayakan ikan hias. Jadi, uniknya orang-orang bisa lihat ada kolam di tengah-tengah danau, lalu dibuatkanlah saung-saung teduh dimana ada banyak pedagang kuliner, membuat yang datang ke sini bisa bersantai istirahat sejenak sambil icip-icip makanannya,” ujar H Ujat.

Terkait pembangunannya, H Ujat menuturkan obyek wisata ini sudah beroperasi selama kurang lebih empat bulan, dan terwujud dari impiannya untuk menghadirkan sebuah tempat di sekitar danau yang sejuk serta dapat mempercantik pemandangan sekitar, dapat menjadi tempat wisata murah-meriah bagi warga sekitar.

“Memang cita-cita saya untuk membangun suatu tempat berkumpul bagi warga walaupun hanya untuk sekedar ngadem sambil menikmati makanan, atau lihat-lihat pemandangan sekitar Situ Rawa Gede, yang penting dengan aktifitas yang sesederhana itu, warga sudah bisa melepas penat dari kesibukan pekerjaan atau hal-hal lainnya,” kata H Ujat.

Dia mengatakan, pembangunan Saung Keramba Preto belum selesai, baru sekitar 20 persen dan akan dilanjutkan perluasannya untuk berbagai jenis hiburan wisata lainnya, hingga pembangunan Musholla Apung.

“Memang sampai saat ini warga sudah banyak yang datang ke sini, tapi menurut saya, ini baru 18% pembangunannya, karena rencananya saya akan menambah saung-saung sehingga membuka kesempatan lebih besar untuk yang berminat dagang di sini. Yang terpenting saya merencanakan pembangunan Musholla Apung di atas danau yang nantinya akan menjadi pertama dan satu-satunya Musholla di atas air yang ada di Kota Bekasi,” kata H Ujat. (dra)