Berkah Awal Tahun, Petani DMPA di Kaltim Gelar Panen Raya

0

JAKARTA (Suara Karya): Awal tahun 2023 menjadi berkah bagi Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Mereka sukses menggelar panen raya tomat hingga 15 ton dengan harga jual Rp9 ribu per kg dan 40 karung dengan harga jual Rp300 ribu per karung. Keberhasilan itu berkat pendampingan dan bantuan modal dari PT Surya Hutani Jaya melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

“Berkat Program Desa Makmur Peduli Api ini, kami bisa panen raya tomat dan jagung awal tahun ini. Program DMPA membantu perekonomian keluarga kami,” kata Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Desa Manunggal Daya, Saiful disela kegiatan panen raya, Senin (9/1/23).

Saiful berharap Program DMPA dapat terus berjalan karena mempermudah petani dalam mencari bibit tanaman, obat-obatan pembasmi hama dan perbaikan jalan.

Program DMPA yang dijalankan Kelompok Tani Sumber Rezeki Desa Manunggal Daya merupakan bagian dari Program Desa Binaan oleh HTI melalui PT Surya Hutani Jaya. Program itu membantu perekonomian petani dan warga masyarakat di sekitar wilayah hutan konsesi rawan kebakaran.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Manunggal Daya, Mas’ud. Keberhasilan petani dalam panen raya tak lepas dari bantuan PT Surya Hutani Jaya yang telah memberi beragam pelatihan dan bantuan dana kepada petani di Desa Manunggal Daya.

“Program DMPA ini sangat membantu masyarakat desa, karena upaya yang ditekuni itu telah membuahkan hasil. Semoga kedepan, PT Surya Hutani Jaya tetap bisa membantu petani selain mengelola sawah juga bisa holtikultura,” tutur Mas’ud.

Regional Plantation Head PT Surya Hutani Jaya Region Kalimantan Timur, Syaifudin Ansori mengatakan, salah satu tujuan program DMPA adalah mencegah terjadinya api yang dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kawasan desa sekitar konsesi secara bersama-sama.

“Selain upaya pencegahan terjadinya api, program DMPA di setiap desa diharapkan bisa membantu mensejahterakan masyarakat. Hal itu dibuktikan lewat panen raya hari ini,” kata Syaifudin.

Sementara itu Kepala Program DMPA, Amiruddin Lindrang menambahkan, program DMPA juga bertujuan mengubah pola pikir masyarakat di sekitar kawasan konsesi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Melihat hasil yang baik ini, kami ingin mengembangkan program sesuai dengan potensi dan kemampuan masyarakat di sekitar desa binaan. Diharapkan program dapat berkelanjutan sehingga tercapai target zero fire seperti dalam 5 tahun terakhir ini,” ucap Syaifudin. (Tri Wahyuni)