Berkat CSI, Mahasiswa Kalbis Institute Raih Emas di Kompetisi Global WYIE!

0

JAKARTA (Suara Karya): Mahasiswa Kalbis Institute berhasil meraih medali emas dalam kompetisi global bertajuk World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2022, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Mei 2022 lalu.

Mereka juga mendapat penghargaan WIIPA Special Award pada ajang The 33rd International Invention, Innovation & Technology Exhibition, yang digelar di lokasi yang sama d Kuala Lumpur, Malasia.

Mahasiswa berprestasi itu tergabung dalam tim Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAN) Fakultas Bisnis dan Komunikasi Kalbis Institute, yang terdiri dari Saviour Carsten (Manajemen 2021), Vincent Louis Gunawan (Manajemen 2019), dan Michael Supriady Hutapea (Manajemen 2019)

Saviour Carsten menjelaskan, karya mereka yang bernama CSI (Car Security IoT) itu dibuat lantaran banyaknya kasus pencurian kendaraan bermotor. Teknologi CSI diharapkan memberi perlindungan terhadap kendaraan bermotor agar tidak dicuri, bahkan dari luar negeri sekalipun.

Alat yang dirancang berbasis IoT (Internet of Things) itu menjadi penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Keunikan karya terletak pada penggunaan alat yang tidak butuh kartu SIM dan bluetooth, namun tetap mengandalkan jaringan internet murni.

Dengan keunikan itu, tim Kalbis Institute yang dibimbing Anjar Dwi Astono sebagai Ketua Program Studi Manajemen Kalbis Institute dan Ryan Johan Sembiring sebagai dosen Manajemen Kalbis Institute akhirnya berhasil mendapat 2 penghargaan sekaligus dalam kompetisi internasional tersebut.

Sebagai informasi, perhelatan ITEX di Malaysia terbagi dalam 3 kegiatan besar, yaitu WYIE (World Young Inventors Exhibition); AYIE (Asian Young Inventors Exhibition); dan MYIE (Malaysian Young Inventors Exhibition).

Pada WYIE, kegiatan terbagi lagi dalam klasifikasi bidang pertanian, otomasi, bioteknologi, pendidikan, lingkungan, desain Industri, multimedia, games, dan olahraga.

Peserta yang berpartisipasi berasal dari lebih 12 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, Saudi Arabia, Korea, Qatar, Jerman, Kuwait, Oman, Hongkong, Amerika Serikat, dan lainnya.

Soal persiapan yang dilakukan kampus, Anjar Dwi Astono selaku dosen pembimbing mahasiswa menjelaskan, prosesnya dimulai sejak 3 bulan lalu. Pelatihan dilakukan secara intens, sehingga mahasiswa memahami materi yang akan dikompetisikan.

Prestasi yang diraih tiga mahasiswa Program Studi Manajemen, Kalbis Institute pada WYIE 2022 diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk berkarya dan berprestasi di ajang internasional. Selain menjadi generasi muda yang mampu menciptakan solusi di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

“Pencapaian prestasi mahasiswa akan selalu menjadi prioritas bagi kami dalam transformasi hati dan intelektual di Kalbis Institute,” ucap Anjar.

Wakil Rektor III bidang Admisi dan Pengembangan Kalbis Institute, Budi Kurniawan mengaku bangga atas prestasi yang diraih tiga mahasiswanya.
Peraihan medali emas di ajang internasional menunjukkan prestasi mahasiswa Kalbis Institute tak hanya di lingkungan kampus saja, tetapi sudah di tingkat global.

“Meski begitu, kami tidak akan berpuas diri. Berbagai upaya akan kami dorong civitas akademika Kalbis Institute untuk mengikuti kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” uja Budi.

Selain bergerak di ranah internasional, lanjut Budi, Kalbis Institute juga memberi kesempatan mahasiswa untuk mengikuti lomba di bidang lainnya, seperti keagamaan. Pada 28 Mei 2022 lalu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi 2021, Randy Liaw menjadi juara 1 kompetisi konten ‘Reels’ pada kegiatan Waisak Puja 2566 B.E/2022.

Kompetisi itu diadakan sebagai rangkaian perayaan Hari Waisak 2566 B.E/2022 yang diselenggarakan KMBD Binus University Malang, Bandung, dan Bekasi.

Adapun tema pada kompetisi itu adalah ‘Expression of Buddhism’ yang mengajak peserta untuk membuat konten Reels yang berkaitan dengan penyampaian ilmu-ilmu Buddhis dalam bentuk konten di media sosial.

Konten yang disampaikan Randy tentang cara untuk bisa melepaskan diri dari penderitaan dengan mengembangkan Panna, Sila, dan Samadhi dengan sungguh-sungguh. (Tri Wahyuni)