Berkat DMPA, Kelompok Tani Binaan PT Surya Hutani Jaya Kian Sejahtera

0

JAKARTA (Suara Karya): Kelompok Tani Sumber Rezeki binaan PT Surya Hutani Jaya di Desa Manunggal Daya, Sebulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur kian sejahtera setelah ikuti Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Berkat pendampingan dalam berkebun tomat dan cabai, mereka berhasil meraup keuntungan lebih dari Rp57 juta. Panen tomat kali ini mencapai 3,5 ton dan cabai 1,1 ton. Tetapi jika dihitung dari panen-panen sebelumnya, totalnya untuk tomat sebanyak 20 ton untuk tomat dan cabai 2 ton.

Hal itu dikemukakan Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki, Saiful dalam siaran pers yang diterima Rabu (2/6/2021).

Selain meningkatkan perekonomian keluarga, Saiful menambahkan, kelompoknya aktif mengajak masyarakat sekitar agar mengelola dan membuka lahan dengan cara tidak membakar. Hal ini penting dilakukan agar desa dan daerah sekitar terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Sejak bergabung dalam program DMPA, kami sudah beberapa kali panen. Panennya tidak sedikit, tetapi berton-ton,” tuturnya.

Sebagai informasi, PT Surya Hutani Jaya merupakan mitra pemasok untuk industri Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas.

Saiful menambahkan, pihaknya aktif membantu petani lain dalam penyediaan bibit, pupuk dan sarana produksi pertanian. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah.

“Lewat panen yang berlimpah, kami ingin petani lain bersedia ikut program DMPA. Sehingga hasilnya juga dapat dirasakan bersama,” ujarnya.

Pernyataan senada dikemukakan Head External Relation PT Surya Hutani Jaya, Rudi Sasgo. Adapun program yang diberikan perusahaan kepada Kelompok Tani Sumber Rezeki berupa budidaya cabai, tomat, timun, semangka dan jagung. PT Surya Hutani Jaya telah menjalankan Program DMPA sejak 2018.

“Perusahaan berharap program DMPA dapat berkelanjutan. Sehingga program tak saja memberi berkah kepada Kelompok Tani Sumber Rezeki, tapi juga kelompok tani lainnya yang ada di sekitar perusahaan,” ucap Rudi.

Ditambahkan, program DMPA diharapkan dapat menumbuhkan hubungan yang harmonis antara masyarakat, pihak desa dan perusahaan. Sehingga terwujud lingkungan yang lestari dan terhindar dari karhutla.

Program DMPA mengajak dan membina masyarakat sekitar industri untuk mengelola lahan secara agroforestri, dengan cara tidak membakar. Selain juga memberi kesempatan bagi masyarakat di wilayah tersebut untuk meningkatkan perekonomiannya.

Di Provinsi Kalimantan Timur sendiri, program DMPA yang inisiasi APP Sinar Mas bersama mitra pemasok telah berjalan dengan baik di 25 desa. Total penerima manfaat mencapai 200 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 3 kabupaten.

Tahun ini, ditargetkan ada penambahan 5 desa ebagai penerima manfaat program DMPA. (Tri Wahyuni)