Berkat Sampah, Alumni UP Tembus Program Beasiswa di Eropa

0

JAKARTA (Suara Karya): Kecintaannya pada lingkungan mendorong Nur Efti Martarina, alumni Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina untuk mengejar beasiswa ilmu pengelolaan sampah di Eropa. Beruntung, Rina lolos seleksi dan kini menjalani kuliah di University of Debrecen, Hungaria, bidang teknik lingkungan.

“Masalay sampah tak hanya diselesaikan melalui penegakan hukum dan sanksi, tetapi juga edukasi kepada masyarakat. Saya ingin apa yang saya pelajari disini, lewat ‘eco friendly lifestyle’ bisa diterapkan di Indonesia. Bagaimana menanamkan budaya cinta lingkungan sejak dini,” kata Rina dalam wawancara daring, Selasa (13/7/21).

Sebagai informasi, pengelolaan sampah di Indonesia hingga kini masih menjadi persoalan yang pelik. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, total produksi sampah nasional pada 2020 mencapai 67,8 juta ton.

Sekitar 185 juta ton sampah dihasilkan setiap harinya. Artinya, dari total 270 juta penduduk Indonesia, masing-masing individu menghasilkan 0,68 kilogram sampah per hari.

Selain memicu bencana alam dan berimplikasi pada kesehatan, sampah yang tidak dikelola dengan baik juga berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan kerugian ekonomi. Sampah laut di Indonesia misalkan, menyumbang kerugian yang cukup besar.

Bank Dunia dalam laporan bertajuk Oceans for Prosperity Reforms for a Blue Economy in Indonesia, mengungkapkan kerugian Indonesia akibat sampah laut mencapai 450 juta dolar Amerika atau Rp6,5 triliun setiap tahunnya.

Pilihan Rina ke University of Debrecen memang tak salah. Perguruan tinggi itu memiliki kualitas kelad dunia, karena berada di peringkat 521 QS World University Ranking Tahun 2021.

Kesempatan kuliah ke Eropa diraih Rina melalui program Beasiswa Stipendium Hungaricum. Program beasiswa Pemerintah Hungaria itu memberi pembebasan biaya kuliah, asuransi kesehatan, hingga uang saku.

“Saya pilih University of Debrecen karena ada jurusan yang sesuai dengan minat saya, yaitu bidang pengelolaan sampah,” tuturnya.

Rina menambahkan, ketertarikannya pada sampah lantaran mata kuliah pengelolaan sampah yang dipelajaro saat menjadi mahasiswa program studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina.

“Saya juga sempat terlibat dalam beberapa proyek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada pengelolaan limbah dan sampah. Salah satunya, penelitian kolaborasi dengan Toyohashi University of Technology Jepang terkait estimasi sampah plastik yang bermuara di lautan Indonesia,” tuturnya.

Selain Rina, dua alumni program studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina lainnya juga berhasil meraih cita-cita berkarir di mancanegara. Pavita Khansa, misalkan, kini telah bekerja di Daiki Axis Co, Ltd, Matsuyama, Jepang. Daiki adalah perusahaan yang bergerak di bidang water environment. (Tri Wahyuni)