Bersama Komisi IX DPR, BPJS Kesehatan Jakbar Sosialisasikan Program JKN

0

JAKARTA (Suara Karya): BPJS Kesehatan bersama Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar). Berbagai program terbaru yang dikembangkan BPJS Kesehatan disampaikan kepada warga setempat.

“Program JKN terus disosialisasikan demi pemahaman yang sempurna. Karena ada beberapa kebijakan baru yang perlu diketahui masyarakat,” kata Kepala BPJS Kesehatan Jakbar, Fitria Nurlaila Pulukadang saat membuka kegiatan tersebut, Rabu (20/7/22).

Kegiatan BPJS Kesehatan Jakbar kali ini berkolaborasi dengan lembaga yang memiliki kewenangan lebih untuk ‘menyentuh’ masyarakat lebih dekat, yaitu Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris sebagai narasumber.

“Kehadiran Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dalam sosialisasi, diharapkan bisa meyakinkan kalangan yudikatif tentang pentingnya program JKN bagi masyarakat,” ujarnya.

Sosialisasi dilakukan lewat komunikasi dua arah, sehingga anggota dan pimpinan dari Komisi IX DPR RI yang aktif bertanya dapat langsung terjawab oleh para Duta BPJS Kesehatan Jakarta Barat. Begitupun dengan warga yang hadir, bisa bertanya langsung dengan wakilnya dari DPR RI.

“Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat luas, karena mendapat pemahaman yang lebih luas terkait Program JKN dan BPJS Kesehatan,” kata Fitria.

Fitria menegaskan, kepadatan penduduk di Indonesia menjadi salah satu alasan kegiatan sosialisasi dilakukan dengan melibatkan badan maupun lembaga terkait. Dengan demikian, peluang kepesertaan JKN semakin luas, terutama di wilayah Jakarta Barat.

Hal senada dikemukakan Wakil Ketua Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. Ia senang diundang sebagai narasumber karena jadi tahu kondisi sesungguhnya di lapangan. Hal itu terkait tiga tugas utama DPR RI, yaitu fungsi kontrol (pengawasan), membuat undang-undang dan menyusun anggaran.

“Semoga kegiatan sosialisasi ini dapat memenuhi target pemerintah, dimana seluruh masyarakat Indonesia tak hanya tercatat sebagai peserta JKN, tetapi juga sebagai peserta aktif,” katanya.

Dengan cara berkumpul seperti ini, lanjut Charles, tentu lebih mempermudah kami sebagai perwakilan dari rakyat untuk mendapat penjelasan lebih rinci terkait Program JKN.

“Apalagi, banyaknya aspirasi dari peserta JKN yang sebelumnya kami tampung dapat langsung disampaikan ke BPJS Kesehatan Jakarta Barat. Kami berharap kendala yang dihadapi masyarakat juga bisa segera dibenahi,” ucap Charles menandaskan. (Tri Wahyuni)