Bertema Perempuan, Sejumlah Aktris Didapuk jadi Duta FFI 2022

0

JAKARTA (Suara Karya): Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2021-2023 meluncurkan Piala Citra FFI 2022, bertema ‘Perempuan, Citra, Karya dan Karsa’. Untuk itu, empat aktris didapuk menjadi Duta FFI 2022.

“Keempat aktris Duta FFI akan bertugas sebagai wajah FFI hingga acara penganugerahan pada 22 November mendatang,” kata 2022,” kata Ketua Umum FFI 2021-2023, Reza Rahadian dalam siaran pers, Kamis (31/3/22).

Disebutkan, empat aktris itu adalah Cut Mini, peraih Piala Citra kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2016; Marsha Timothy, penerima Piala Citra kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2018; Prilly Latuconsina, peraih Aktris Terfavorit Pilihan Penonton FFI 2021; dan Shenina Cinnamon, peraih nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2021.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya memberi apresiasi atas pilihan Komite FFI yang memilih 4 perempuan berprestasi dalam film sebagai Duta FFI.

Sejak dahulu, lanjut Nadiem, perempuan memegang peran penting dalam transformasi di segala bidang, termasuk perubahan besar dalam ekosistem perfilman Indonesia. “Berkat insan perfilman, karakter kita sebagai bangsa berbudaya terlihat makin kokoh,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Dirjen Kebudayaan, Kemdikbudrustek, Hilmar Farid. Ia menilai pentingnya pelaksanaan FFI. “FFI merupakan festival terbesar dan tertinggi bagi dunia perfilman Indonesia. Diharapkan, dunia perfilman kita semakin bagus dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” katanya.

Ketua Umum FFI Periode 2021-2023, Reza Rahadian menambahkan, FFI tak sekadar melahirkan proses kompetisi, tapi juga menjadi peta untuk membaca dinamika perfilman Indonesia.

Tema Perempuan: Citra, Karya dan Karsa, menurut Reza, merupakan tema umum festival dan tidak mengikat tema film-film yang akan berpartisipasi dalam FFI tahun ini. Karena kata ‘Citra’ melambangkan keindahan perempuan yang abadi, kata Karya untuk ciptaan yang lahir, dan Karsa melambangkan sumber kekuatan karya yang lahir dari perempuan.

Reza juga mengumumkan pendaftaran FFI 2022 mulai 30 maret hingga 31 Agustus 2022 untuk kategori Film Cerita Panjang. Dan kategori Film Noncerita Panjang dan Kritik Film dibuka sejak 30 maret hingga 15 September 2022.

“Para pembuat film, produser dan rumah produksi yang hendak berpartisipasi dapat langsung mengunjungi situs resmi FFI, www.festivalfilm.id untuk mendaftarkan karya-karyanya,” ucapnya.

Untuk sistem penjurian, komite FFI akan melanjutkan sistem hibrida yang sudah dilakukan sebelumnya, yaitu menggabungkan sistem juri nominasi dan sistem dewan juri akhir. Sistem penjurian FFI 2022 juga disempurnakan dengan pembentukan Akademi Citra FFI yang bertugas sebagai juri nominasi.

“Komite FFI periode 2021-2023 juga bekerja sama dengan bioskop daring untuk membuat laman khusus Ruang Penayangan FFI yang bisa diakses para juri, baik juri nominasi maupun dewan juri akhir selama proses penjurian,” tuturnya.

Ketua Bidang Penjurian, Garin Nugroho menguraikan, penyempurnaan sistem penjurian dengan sistem berjenjang dan komprehensif yang dirancang untuk masa kerja tiga tahun,” tutur Garin.

Sistem tersebut disempurnakan bertahap dan akan berlanjut sampai 2023 dengan mengikuti kemajuan teknologi, serta keaktifan anggota Akademi Citra dan seluruh elemen perfilman Indonesia.

Komite FFI 2021-2023 terdiri dari Ketua Umum Reza Rahadian, Ketua Bidang Penjurian Garin Nugroho, Ketua Bidang Acara Inet Leimena, Ketua Sekretariat Linda Gozali, Bidang Humas Nazira C Noer dan Emira P. Pattiradjawane, serta Ketua Bidang Keuangan dan Pengembangan Usaha Gita Fara. (Tri Wahyuni)