BI Jakarta Komitmen Fasilitasi Transaksi UMKM dengan SIAP QRIS

0

JAKARTA (Suara Karya): Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Onny Widjanarko, meyatakan pihaknya terus memfasilitasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya dalam melakukan transaksi di pasar tradisional.

Bukti keseriusan BI Jakarta dalam memfasilitasi transaksi pelaku UMKM ini, bisa terlihat dari jumlah penjual barang/jasa (merchant) pengguna QRIS yang mencapai 2.550.964 (angka November 2021). Jumlah tersebut tentunya sangatlah besar, atau mencapai 17 persen dari total pengguna merchant di seluruh Indonesia.

Untuk lebih menjangkau pengguna lebih banyak lagi lanjut Onny, BI Jakarta pada Kamis ( 25/11/2021)  meluncurkan program SIAP (Sehat, Inovasi, Aman, Pakai) QRIS di Pasar Tradisional Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Program ini diklaim merupakan alternatif pembayaran non tunai yang lebih cepat untuk UMKM, agar dapat terkoneksi dengan ekosistem digital, serta memiliki akses pembayaran (Payment).

“Karena di era pandemi ini kita kan harus jaga prokes, jadi kalau bisa transaksinya tidak kontak, tapi Contactless atau berjarak. Maksud dari program ini memang sasarannya adalah pasar, karena di pasar itu masih ada transaksi cash dan dengan non cash itu akan membantu para pedagang pasar untuk belajar menyusun laporan keuangan juga nantiny, karena semua kecatat. Kepraktisannya adalah tidak perlu kembalian, dan uangnya masuk langsung ke rekening,” kata Onny.

Dikatakannya, dengan SIAP QRIS untuk menuju Jakarta Smart City 4.0, tentunya memberikan peluang UMKM dalam memasuki lima akses penting dunia ekonomi, diantaranya akses keuangan, akses produksi, akses pasar, akses payment, dan akses logistik.

“Dengan SIAP QRIS dapat meningkatkan omsetnya. UMKM yang terkoneksi dengan ekosistem digital biasanya omsetnya meningkat antara 30-70 %. Jadi semuanya yang dilakukan murni untuk memfasilitasi UMKM agar mereka bisa lebih makmur, sejahtera, dan mereka naik kelas,” katanya. (Bayu)