RAMADHAN DAN LEBARAN 2022
BI Optimis Inflasi Terjaga

0

JAKARTA (Suara Karya): Jaminan ketersediaan stok pangan dari pemerintah di pasaran, khususnya dalam menyambut Ramdhan dan Lebaran 2022 ini tentunya dapat menjadikan stabilisasi harga tetap terus terjaga. Dengan demikian, tidak ada kepanikan dari masyarakat dalam membeli kebutuhan pangan yang berdampak pada kenaikan harga barang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan, dalam kunjungannya ke pasar Senen dan Sumur Batu, Jakarta pada Rabu (23/3/2022) tidak ada kenaikan harga pada komoditas-komoditas pangan pokok, bahkan saat ini untuk harga beras mengalami penurunan dan harga daging relatif stabil di kisaran Rp 110 ribu.

” Ini tentunya kabar bagus. Jika harga-harga stabil, maka inflasi tak akan terkerek. Jadi saat ini, yang mengalami kenaikan signifikan hanya minyak goreng kemasan, itupun karena terdampak pada kenaikan harga internasional,” kata Onny.

Onny mengungkapkan sejumlah komoditas pangan yang harus terus dipantau selama Ramadan adalah daging sapi, daging ayam, bawang merah, cabai rawit, beras dan minyak goreng.

Selain untuk mengetahui harga, tinjauan yang dilakukannya juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan menjelang bulan puasa dan Lebaran. Karena bila stok pangan cukup, maka kenaikan harga tidak terjadi terlalu signifikan

Karena itu, ia juga meminta semua pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah hingga TPID untuk memastikan ketersediaan stok pangan terutama komoditas yang harganya tergantung dengan harga global, seperti minyak goreng, gandum dan kedelai.

“Jika pasokan cukup itu berarti ketersedian untuk masyarakat tercukup, sehingga harganya relatif stabil, jadi supply harus dijaga agar transmisinya ke harga tidak terlalu signifikan,” kata Onny.

Lebih lanjut Onny mengungkapkan hingga saat ini laju inflasi DKI Jakarta cukup terkendali. Bahkan pada bulan Februari 2022 terjadi deflasi sebesar 0,05%. Dilihat sepanjang Januari-Februari 2022 (year to date), Provinsi DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,41%, sedangkan dibandingkan tahun lalu periode yang sama mengalami inflasi sebesar 1,62%.

Sehingga secara tahunan, Onny memperkirakan laju inflasi di DKI Jakarta akan berada di posisi 3 plus 1% sama dengan target yang dicanangkan secara nasional. (Bayu)