Biskuat Academy Kembali Digelar, Kini Libatkan Guru Penjasorkes

0

JAKARTA (Suara Karya): Kompetisi sepak bola bagi anak usia sekolah dasar (SD), Biskuat Academy kembali digelar. Namun, tahun ini dibuat dalam format yang berbeda, menjadi sekolah bola online.

“Kami juga akan membantu pengembangan kompetensi guru Penjasorkes di seluruh Indonesia lewat kegiatan workshop,” kata Senior Brand Manager Biskuat, Andhika J Lestari dalam konferensi pers terkait ‘Biskuat Academy 2022’ secara daring, Rabu (12/10/22).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Widyaprada Ahli Madya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Minhajul Ngabidin; Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Raden Isnanta; Coach Timo Scheunemann; pelatih inspirasional, Coach Aji; dan influencer Zaskia Adya Mecca.

Andhika J Lestari menjelaskan, Biskuat Academy yang memasuki tahun ke-4 kembali hadir sebagai bentuk komitmen Mondelez Indonesia untuk menggali potensi anak dalam sepak bola.

Diharapkan, Biskuat Academy dapat menjadi wadah bagi anak Indonesia untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain sepak bola handal. Tak hanya kemampuan teknis, anak juga didorong untuk mengembangkan inner strenght (kekuatan baik dari dalam) seperti berani, percaya diri, baik hati dan tangguh.

“Melalui sepak bola, kami percaya anak dapat mengembangkan berbagai karakter kuat dan positif saat berinteraksi dengan orang lain maupun diri sendiri,” ucap Andhika J. Lestari menandaskan.

Selain itu, Biskuat juga mengambil inisiatif kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru Penjasorkes (pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan) di seluruh Indonesia.

“Biskuat akan menggelar Physical Education (PE) Teacher Workshop sebagai bagian dari kegiatan Biskuat Academy 2022,” ujarnya.

Kegiatan itu, menurut perempuan yang akrab dipanggil Tari itu, merupakan dukungan kepada para ‘pahlawan’ dibalik pengembangan potensi sepak bola anak yaitu guru penjasorkes di SD melalui workshop pengembangan kompetensi pada 15 Oktober 2022.

Upaya yang dilakukan Biskuat mendapat dukungan dari Kemdikbudristek. Seperti dikemukakan Minhajul Ngabidin, Biskuat Academy sejalan dengan visi dan misi Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dikdasmen) Kemdikbudristek.

“Kegiatan seperti Biskuat Academy selaras dengan capaian dalam profil Pelajar Pancasila, yaitu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong-royong, dan berkebinekaan global,” ucap Minhajul.

Hal senada dikemukakan Raden Isnanta. Kementerian Pemuda dan Olahraga bahkan sudah memberi dukungan penuh terhadap Biskuat Academy sejak 2019. Karena memiliki kesamaan visi dalam peningkatan prestasi olahraga dan persiapan generasi sepak bola masa depan Indonesia.

Andhika J Lestari kembali menegaskan, peserta Biskuat Academy 2022 akan dapat pengalaman berharga untuk pengembangan dirinya. Karena mereka dapat pelatihan dengan kurikulum yang disusun pelatih bersertifikat UEFA, yaitu Coach Timo Scheunemann, dan bimbingan langsung dari pemain Tim Nasional Indonesia.

“Mereka yang menjadi juara akan diajak tur ke stadion sepak bola di Eropa dengan mengikuti tata cara yang sudah tersedia,” kata Andhika J Lestari.

Tak hanya Coach Timo Scheunemann, Biskuat juga menghadirkan Coach Aji sebagai sosok pelatih inspirasional pada Biskuat Academy 2022 yang berjasa dalam membentuk pemain sepak bola handal di Indonesia.

“Hal ini dilakukan karena Biskuat percaya, jika satu pelatih saja dapat mengembangkan sekelompok anak, maka dukungan penuh dari berbagai pihak seperti guru, orang tua dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan maksimal dalam pengembangan olahraga sepak bola di Indonesia, terutama untuk mengasah skill sepak bola generasi muda,” tuturnya.

Selain dari sisi pelatih, orangtua juga perlu memberi dorongan kepada anaknya. Zaskia Adya Mecca menyadari peran penting tersebut. “Saya percaya ‘inner strength’ tak hanya diukur secara fisik atau akademis saja, tetapi juga kuat secara mental yang tercermin dari kekuatan karakter,” kata ibu 6 anak tersebut.

Zaskia bercerita salah satu anaknya, Kala Madali yang sangat suka sepakbola, meski seorang perempuan. Ia sibuk mencari sekolah bola yang mau menerima anaknya.

“Pada awal berlatih, Kala sering mengeluh tidak pernah diberi bola sama teman setim-nya. Akhirnya saya sering datang ke klub untuk menyakinkan ke anggota tim yang semua laki-laki kalau Kala juga pandai bermain sepak bola. Setelah itu, Kala tak pernah mengeluh lagi,” ucap Zaskia yang selalu serius jika menyangkut urusan anak.

Ditanya soal Biskuat Academy yang dibuat dalam format Sekolah Bola Online, Tari mengatakan, hal itu karena memahami situasi pandemi yang belum usai.

Sekolah Bola Online 2022 hadir dengan jumlah kelas yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Ada 7 kelas yang sudah dimulai 25 September dan 9 Oktober 2022; 23 Oktober dan 9 November 2022; 20 November dan 11 Desember 2022; dan kelas terakhir pada 18 Desember 2022.

Grand Final Sekolah Bola Online akan diselenggarakan pada 22 Januari 2023. Untuk mengikuti BISKUAT ACADEMY 2022 cukup membeli produk Biskuat dan mengirimkan pesan ke Whatsapp Official Biskuat 0812 1222 5919 untuk mendapat akses menonton Sekolah Bola Online di website Biskuat Academy. (Tri Wahyuni)