BKKBN Raih Akreditasi B dari ‘Assessment Center’ BKN

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meraih akreditasi B sebagai instansi penyelenggara penilaian kompetensi tahun 2021. Pengakuan itu diberikan tim penilai kelayakan, unit layanan assessment center di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Penyelenggara penilaian kompetensi diharapkan lebih akurat dalam meningkatkan kemampuan aparatur sipil negara (ASN). Jangan sampai hasilnya bersifat statis,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKN, Bima Haria Wibisana dalam acara Penyerahan SK dan Sertifikat Penyelenggara Penilaian Kompetensi Tahun 2021 secara daring, Rabu (15/9/21).

Bima Haria menyebut, ada 3 unsur dalam pengakuan kelayakan penyelenggara penilaian kompetensi ASN. Tiga unsur itu adalah penilaian terhadap organisasi dan kelembagaan, penilaian SDM serta unsur metode dan pelaksanaan.

“Tujuan akreditasi penyelenggara penilaian kompetensi adalah menjamin hasil penilaian kompetensi oleh instansi sesuai norma standar dan prosedur yang ditetapkan. Hasil penilaian kompetensi dimasukkan dalam ‘box talent’ di BKN,” ujarnya.

Pengakuan kategori B, lanjut Bima Haria, artinya BKKBN memiliki kewenangan penyelenggaraan penilaian kompetensi pada jabatan administrator dan jabatan fungsional setara. Selain kewenangan untuk penyelenggaraan penilaian kompetensi di instansi lain.

Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto mengemukakan, pengakuan penyelenggaraan ini sangat berarti untuk menjalankan ‘assessment center’ yang berdiri sejak 2018. Assessment Center BKKBN merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi pegawai.

“Karena hal itu yang bisa diintervensi,” ujarnya.

Penilaian kompetensi, lanjut Tavip, termasuk di dalamnya unsur kerja sama dalam tim. “Seseorang tidak mungkin bekerja sendiri. Jika bekerja sama, bagaimana menilai kerjasama tim seperti ini. Team work ini yang akan membangun kinerja BKKBN utk melejit tinggi,” kata Tavip menegaskan.

Pelaksanaan penilaian dan uji kelayakan penyelenggaran penilaian kompetensi merupakan tahap awal pembentukan manajemen talenta di BKKBN. Penting untuk meningkatkan gap kompetensi dari hasil asesmen yang dianggap masih perlu pengembangan. (Tri Wahyuni)