BMKG Uji Coba Sirine Peringatan Dini Tsunami di Cilacap

0
Alat peringatan dini tsunami BMKG di Kabupatwn Cilacap (dok. pribadi)

BANJARNEGARA (Suara Karya): Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Cilacap melakukan uji coba alat peringatan dini tsunami di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah guna memastikan sirine di lokasi tersebut berjalan baik.

“Ini merupakan kegiatan rutin bulanan, dan Stasiun Geofisika Banjarnegara ikut mendampingi kegiatan tersebut,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhise di Banjarnegara, Selasa (26/2/2019).

Dia menjelaskan, lokasi uji coba sirine dilakukan di Kantor Kelurahan Tegal Kamulyan, Kabupaten Cilacap dan BTS Telkomsel di Kelurahan Jetis Kabupaten Cilacap.

“Petugas dari BPBD Cilacap sesuai dengan SOP yang telah disepakati ikut dalam kegiatan tersebut dan semua tahapan berjalan dengan lancar,” katanya.

Dia menjelaskan, sirine di Tegal Kamulyan berbunyi sesuai dengan protokol sirine yg telah ditetapkan pada pukul 10.00 waktu setempat.

“Dicoba aktivasi otomatis juga dari pusat (BMKG Jakarta) berhasil sebanyak tiga kali,” katanya.

Sementara itu, sirine di lokasi Jetis juga berbunyi sesuai dengan protokol sirine yang telah ditetapkan pada pukul 10.01 waktu setempat.

“Berhasil berbunyi, dan diaktivasi secara otomatis dari BMKG pusat juga telah berbunyi sebanyak tiga kali,” katanya.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut secara rutin memang dilakukan oleh BMKG untuk memastikan perangkat peringatan dini tsunami yang dimiliki BMKG di Kabupaten Cilacap berfungsi dengan baik.

Selain itu, kata dia, kegiatan juga dilakukan untuk memastikan perangkat yang ada dapat dioperasikan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

“BMKG ingin memastikan bahwa seluruh perangkat peringatan dini tsunami dalam kondisi baik dan dapat beroperasi dengan baik kapanpun dibutuhkan,” katanya.

Dia juga mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi atau upaya pengurangan risiko bencana tsunami.

“Ini dilakukan dalam rangka pengurangan risiko bencana gempa dan juga tsunami di Kabupaten Cilacap,” katanya. (Budiono Tejaumbaran)