BPBD Banten Imbau Nelayan di Lebak Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

0
Puluhan perahu kincang di Pantai Binuangeun, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ditambatkan sehubungan cuaca buruk di perairan Samudera Hindia. (Antara)

LEBAK (Suara Karya): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengimbau nelayan tradisional pesisir selatan Lebak mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan Samudera Hindia.

“Kami minta nelayan perahu kecil dapat mewaspadai tingginya gelombang itu,” kata Kepala Seksi Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Banten Sumardi saat dihubungi di Lebak, Minggu

Peluang cuaca buruk berdasarkan BMKG di perairan selatan Banten-Jabar diprakirakan berkisar 2,5-4 meter dengan kecepatan angin 15 knot.

Kondisi demikian, kata dia, berbahaya bagi nelayan tradisional yang menggunakan perahu kincang dengan mesin tempel berukuran panjang 2,5 meter dan lebar satu meter.

BPBD Banten terus menyampaikan imbauan itu agar nelayan tradisional dan masyarakat tidak melakukan aktivitas melaut karena kondisi perairan selatan sedang kurang bersahabat.

“Kami sudah menyampaikan surat peringatan kewaspadaan dini bagi nelayan tradisional di pesisir selatan Lebak itu,” katanya.

Sejumlah nelayan tradisional Binuangeun, Kabupaten Lebak mengatakan kebanyakan nelayan setempat menambatkan perahu kecil mereka di pesisir akibat cuaca tidak bersahabat.

Ia menyebut perahu kecil itu tidak kuat menahan gelombang di atas 2,5 meter.

“Kami sudah biasa jika cuaca buruk tidak melaut,” kata Undang (45), seorang nelayan di pesisir Pantai Binuangeun. (Wisnu/Ant)