BPBD Gorontalo Utara Imbau Antisipasi Banjir

0
Sejumlah rumah terendam banjir di Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu (8/12/2018). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendata sebanyak tujuh desa terendam banjir usai hujan deras yang melanda daerah tersebut dan berdampak pada 1.530 jiwa. (Antara)

GORONTALO (Suara Karya): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mengimbau warganya untuk mengantisipasi dan mencegah banjir dengan mengeluarkan tujuh langkah.

“Rata-rata seluruh wilayah di daerah ini, tergolong rawan banjir, maka menghadapi musim penghujan yang diperkirakan akan melanda hingga Februari 2019, maka masyarakat diminta melakukan beberapa langkah antisipatif,” kata Kepala Seksi Pencegahan BPBD Gorontalo Utara, Yayan, di Gorontalo, Sabtu (8/12/2018).

Tujuh langkah tersebut yaitu, pertama, masyarakat diminta membersihkan lingkungan sekitar dari timbunan sampah, khususnya sampah di saluran air.

Kedua yaitu menentukan lokasi Posko banjir untuk mengungsi, khususnya yang mampu menyiapkan fasilitas dapur umum, MCK dan air bersih.

Ketiga, warga harus segera membentuk tim penanggulangan banjir di tingkat warga, salah satunya ditunjuk menjadi penanggungjawab Posko banjir.

Keempat, koordinasi melalui RT/RW, kelurahan dan LSM untuk pengadaan peralatan evakuasi seperti tali, tambang, perahu karet dan pelampung.

Kelima, melengkapi diri dengan peralatan keselamatan seperti radio, baterai, senter, korek gas dan lilin.

Keenam, warga diharapkan tidak lupa menyiapkan air bersih, obat-obatan penting, alat komunikasi dan bahan makanan mudah saji serta mengamankan dokumen penting.

Ketujuh, menyimak informasi terkini melalui TV, radio atau peringatan tim warga tentang curah hujan dan ketinggian air.

“Jika tujuh langkah itu mampu dilakukan, maka antisipasi kerawanan banjir mampu sedini mungkin,” kata Yayan.

Langkah-langkah itu, menurut dia, sudah dipublikasikan kepada seluruh pemerintah desa dan kecamatan, agar bisa disebarluaskan kepada masyarakat.

Beberapa kecamatan yang berada di daerah aliran sungai tergolong rawan banjir, seperti desa-desa di Kecamatan Anggrek, Kwandang, Tomilito dan Atinggola.

Beberapa wilayah lainnya pun tergolong rawan tanah longsor, seperti Kecamatan Sumalata Timur dan Sumalata.

“Hingga saat ini, meskipun intensitas curah hujan tergolong tinggi khususnya dalam dua hari terakhir, namun pihaknya belum menerima laporan peristiwa banjir,”tandas Yayan. (Eisenhower Kalengkongan)