BPBD Kota Madiun Bantu Korban Banjir di Kabupaten Madiun

0
Warga melintasi jalan yang terendam banjir di Desa Kedungrejo, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019). Banjir mulai surut sehari kemudian, namun masih ada beberapa wilayah yang masih tergenang. (Antara Foto)

MADIUN (Suara Karya): BPBD Kota Madiun mengirim sejumlah bantuan untuk membantu penanganan korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kepala BPBD Kota Madiun Agus Hariono, Kamis mengatakan, bantuan telah dikirim sejak Rabu (6/3/2019) dan masih bertahan hingga hari ini. Adapun bantuan yang dikirim berupa perahu karet, logistik, dan juga personel.

“Perahu karet digunakan untuk membantu proses evakuasi korban. Kami membantu warga yang akan menuju ke tempat pengungsian. Ada tiga perahu karet yang dikirim dan 10 personel,” ujar Agus kepada wartawan.

Menurut dia, bantuan langsung dikirim ke lokasi yang paling parah dan luas terdampak banjir. Yakni di wilayah Kecamatan Balerejo. Personel langsung menyebar berbaur dengan tim BPBD dari Kabupaten Madiun ke sejumlah lokasi. Di antaranya di Desa Jeruk Gulung dan Balerejo.

Sedangkan bantuan logistik, langsung disalurkan ke posko bencana Kabupaten Madiun yang berada di kantor Kecamatan Balerejo.

“Bantuan logistik yang dikirim, di antaranya, beras, makanan siap saji, dan mie instan. Menyusul, kami juga akan mengirim matras dan alas tidur,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir yang terjadi di Kabupaten Madiun kali ini tergolong cukup besar. Hingga Kamis siang, meski banjir telah surut, namun genangan belum sepenuhnya kering.

Di sejumlah titik lokasi masih terdapat genangan dengan ketinggain air bervariasi. Mulai dari 30 sentimeter hingga 80 sentimeter.

Meski sebagian sudah tidak lagi merendam rumah warga, namun banjir masih merendam areal persawahan; menggenangi jalan antardesa, antarkecamatan, dan antarkabupaten; merendam ternak, menggenangi fasilitas umum dan infrastruktur (jalan tol).

Pihaknya juga mengimbau agar warga Kota Madiun waspada jika hujan deras turun selama lebih dari tiga jam berturut-turut. Hal itu sesuai dengan prediksi BMKG Surabaya, yang menyebut curah hujan tinggi masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan. (Anggoro Oetomo)