BPJPH Segera Terbitkan Sertifikat Halal Vaksin Merah Putih

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama akan segera menerbitkan sertifikat halal untuk Vaksin Merah Putih. Hal itu ditegaskan Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham.

Menurut Aqil, penerbitan sertifikat halal adalah ujung dari proses Sertifikasi Halal. Berdasarkan UU Nomor 33 tahun 2014 dan PP Nomor 39 tahun 2021, sertifikat halal diterbitkan oleh BPJPH, setelah melalui sejumlah tahapan, antara lain audit produk oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan penetapan halal produk oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama (MUI).

“BPJPH Kemenag segera terbitkan sertifikat halal, menyusul terbitnya penetapan halal MUI untuk vaksin Merah Putih yang diproduksi PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia,” kata Muhammad Aqil Irham dalam siaran pers, Senin (14/2/22).

Vaksin Merah Putih telah ditetapkan kehalalannya melalui sidang fatwa MUI tertanggal 7 Februari 2022. Sebelumnya, LP POM MUI selaku LPH telah melakukan audit terhadap Vaksin Merah Putih.

“Jika MUI menerbitkan ketetapan halal, maka BPJPH menerbitkan sertifikat halalnya,” kata Aqil.

Ia merinci proses penerbitan sertifikat halal suatu produk yang dikenal dengan istilah sertifikasi halal. Menurut Aqil, dalam menetapkan kehalalan suatu produk yang diajukan pelaku usaha, BPJPH bekerjasama dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan MUI.

Saat ini ada 3 LPH di Indonesia, yaitu LP POM MUI yang sudah lama berdiri, LPH Sucofindo dan LPH Surveyor Indonesia. Ketiganya menjalankan tugas dalam pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk dalam proses sertifikasi halal.

Selain tiga lembaga itu, ada 9 calon LPH baru yang saat ini dalam proses akreditasi untuk ditetapkan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal.

“LPH melakukan audit pemenuhan kehalalan produk. MUI melakukan sidang fatwa halal, kalau produk itu sudah diaudit LPH. Hasil sidang fatwa diserahkan ke BPJPH untuk diterbitkan sertifikat halalnya,” ujar Aqil.

Salam proses layanan sertifikasi halal, BPJPH, LPH dan MUI merupakan satu kesatuan. Ketiganya membentuk relasi interdependensi dalam layanan sertifikasi halal di Indonesia. Masing-masing memiliki kewenangan yang berbeda dan tidak saling intervensi.

“Masing-masing lembaga punya kewenangan. Sesuai regulasi, Komisi Fatwa MUI mengeluarkan ketetapan halal yang harus disampaikan kepada BPJPH. Selanjutnya, BPJPH menerbitkan sertifikat halal,” pungkasnya.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal, Mastuki menambahkan, PT Biotis Pharmaceutical Indonesia telah mendaftarkan proses sertifikasi halal untuk Vaksin Merah Putih kepada BPJPH pada 25 November 2021.

Nama produk yang didaftarkan Vaksin Merah Putih – UA SARS-CoV-2 (Vero Cell) Inactivated. Setelah verifikasi petugas BPJPH, produk diteruskan audit ke LPH, yakni LPPOM MUI. Proses audit LPH baru selesai pada 6 Februari 2022.

Setelah diaudit LPPOM, MUI menggelar sidang fatwa pada 7 Februari 2022 dan menerbitkan penetapan kehalalan. Menurut Mastuki, saat ini ketetapan halal beserta lampirannya dari MUI dalam proses unggah ke Sistem Informasi Halal (Sihalal) BPJPH.

“Kalau hasil audit dari LPH dan ketetapan halalnya sudah selesai diunggah oleh MUI, BPJPH akan segera menerbitkan sertifikat halal vaksin Merah Putih,” kata Mastuki. (Tri Wahyuni)