BPJS Kesehatan Jakbar Gelar Diskusi JKN di Kampus Ukrida

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jakarta Barat (Jakbar) kenalkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Ukrida. Diharapkan para calon dokter dapat memahami program JKN sejak dini.

“Lewat diskusi ini kami ingin mahasiswa FK Ukrida tak hanya memahami program JKN, tetapi juga memberi masukan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Barat, Diah Sofiawati dalam diskusi seputar program JKN di kampus Ukrida, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Diah mengemukakan, diskusi program JKN sebenarnya inisiatif dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK Ukrida. Mereka ingin mendapat informasi sekaligus diskusi seputar program JKN langsung dari tangan pertama.

“Informasi soal JKN diketahui mahasiswa FK Ukrida lewat media. Sulit jika ingin bertanya. Karena itu mereka mengambil insiatif menggelar diskusi ini agar para calon dokter bisa bertanya langsung. Karena bagaimanapun merekalah yang nantinya ada di garda terdepan,” tutur Diah.

Dengan demikian, lanjut Diah, para calon dokter dapat mengetahui secara detail perannya di era JKN. Para mahasiswa juga diminta untuk melalukan kampanye program JKN di lingkungan keluarga dan tempat tinggalnya.

“Jika diskusi program JKN ini digelar di semua kampus di Indonesia, dampaknya akan luar biasa. Mahasiswa pun bisa jadi motor penggerak dalam sosialisasi program JKN. Itu penting, karena tahun depan, program JKN harus mencapai target universal health coverage (UHC),” ujarnya.

Hal senada disampaikan Helen Lesmana dari Bagian Mobilisasi Dana RSUD Tarakan Jakarta Barat. Ia berharap peserta dapat merasakan manfaat dari program JKN. Selain konsep gotong royong yang menjadi dasar keberlangsungan program.

“Saya ingatkan pentingnya membayar iuran tepat waktu. Selain bentuk disiplin diri, kebiasaan baik itu bisa membantu orang lain sembuh dari penyakitnya. Jangan karena sudah sembuh, lalu lupa bayar iuran bulanannya,” kata Helen.

Sementara itu, Kepala Bidang Kendali Biaya dan Kendali Mutu, Kementerian Kesehatan (Kemkes), Christian Mamahit menyatakan, program JKN berbeda dengan asuransi komersial yang selama ini dikenal masyarakat. JKN merupakan asuransi sosial yang berlaku bagi seluruh penduduk Indonesia.

“Era JKN saat ini berbeda jauh dengan era sebelumnya. Program langsung jalan, sampai dilakukan beberapa perbaikan agar program memberi manfaat secara optimal kepada pesertanya.

“Jika menunggu sampai semua fasilitas kesehatan bagus dulu, program JKN tak akan pernah ada. Bahkan baru 4 tahun berjalan, JKN sudah mencapai UHC. Sementara banyak negara butuh puluhan tahun untuk mencapai prestasi itu,” ucap Mamahit menegaskan. (Tri Wahyuni)