BPJS Kesehatan Jakbar Optimalkan Layanan Antrean Online di RS

0

JAKARTA (Suara Karya): Mulai 1 April 2022, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menerapkan pelayanan antrean online di rumah sakit (RS) lewat aplikasi ‘Mobile JKN’. Layanan tersebut mampu mengurangi waktu tunggu hingga 3-6 jam.

“Layanan antrean online ini sangat terasa bedanya saat peserta harus dirujuk ke rumah sakit dengan banyak pasien,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Fitria Nurlaila Pulukadang dalam bincang santai dengan wartawan, di Jakarta, Jumat (8/4/22).

Di Jakarta Barat sendiri, lanjut Fitria, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada 23 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), yang terdiri dari 21 RS dan 2 klinik utama mitra BPJS Kesehatan. Sosialisasi serupa juga telah dilakukan kepada sebagian dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ditanya soal evaluasi, Fitria belum dapat menjelaskan. Karena layanan tersebut baru berjalan 8 hari. Evaluasi baru akan dilakukan setelah layanan tersebut berjalan tiga bulan kedepan. “Kita lihat pelaksanaannya seperti apa dalam tiga bulan kedepan,” ucapnya.

Ditambahkan, layanan antrean online sebenarnya bukan hal baru di BPJS Kesehatan. Layanan semacam itu telah diterapkan sebelumnya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)/puskesmas/klinik.

Setelah berhasil di FKTP, model layanan yang sama diterapkan di rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Layanan itu akan memberi kemudahan bagi peserta saat harus dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) atau rumah sakit.

“Fitur antrean online, diharapkan juga dapat diimplementasikan dengan baik oleh mitra rumah sakit yang sudah terintegrasi dalam sistem,” ucapnya.

Manfaat layanan antrean online bagi peserta adalah mengurangi waktu tunggu. Mereka tidak harus datang awal ke rumah sakit demi mendapat nomor antrean, tetapi cukup mendaftar antrean lewat aplikasi Mobile JKN.

“Pasien bisa datang ke rumah sakit mendekati jam antreannya. Jadi, tak perlu berlama-lama di rumah sakit. Dan yang terpenting, pasien mendapat kepastian waktu dari dokter yang dituju,” katanya.

Selain peserta, rumah sakit yang sudah bekerjasama dan terintegrasi program juga merasakan manfaat yang sama.
Salah satunya tidak ada lagi penumpukan pasien yang datang di rumah sakit.

“Hal ini selaras dengan kondisi pandemi saat ini dimana orang tidak boleh berkerumun, untuk mencegah terjadinya penularan virus corona yang hingga kini masih menjadi perhatian utama kita bersama,” ujar Fitria.

Fitur antrean online di rumah sakit akan memudahkan pasien dalam mengatur waktu pelayanan bagi mereka sendiri. Adanya fitur ini, peserta yang dirujuk ke rumah sakit dapat melihat status antrean mereka secara realtime dengan tenang melalui aplikasi Mobile JKN.

Mereka dapat melakukan check in sebelum tiba di rumah sakit dalam batasan waktu tertentu, sehingga mereka cukup datang pada waktu yang sudah ditentukan. Notifikasi terkait kondisi dalam antrean juga diberikan kepada peserta secara berkala.

“Semua sudah dibuat dengan seefisien mungkin agar mutu layanan terhadap masyarakat juga dapat terus terasa peningatannya,” ucap Fitria.

Optimalisasi fitur antrean online ini tentu menjadi salah satu upaya demi menyempurnakan Program JKN. Untuk itu, diperlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan, terutama pihak rumah sakit yang sudah terintegrasi dengan program, serta bagi peserta sendiri agar efektifitasnya dapat dirasakan berkelanjutan. (Tri Wahyuni)