BPJS Kesehatan Siapkan 263 Petugas Bantu Pasien JKN-KIS

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyiapkan 263 petugas untuk membantu pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Petugas itu mudah dikenali, karena berkeliling rumah sakit menggunakan rompi berwarna oranye terang bertuliskan BPJS Satu!

“Kehadiran petugas BPJS Satu! di rumah sakit diharapkan, dapat meningkatkan kualitas layanan dalam program JKN-KIS,” kata Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris saat peluncuran program BPJS Satu! di Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita, di Jakarta, Kamis (19/12/19).

Fachmi dalam kesempatan itu didampingi Dirut RS Jantung Harapan Kita, Iwan Dakota.

Dijelaskan, nama BPJS Satu! berasal dari singkatan BPJS Kesehatan Siap Membantu. Petugas yang tergabung dalam BPJS Satu! ada sekitar 263 orang yang tersebar di berbagai rumah sakit seluruh Indonesia. Mereka akan menjalankan fungsi Penanganan Pengaduan Peserta Rumah Sakit (P3RS) dan pelaksanaannya di rumah sakit.

“Petugas BPJS Satu! akan memberi kemudahan informasi, penanganan keluhan dan hal administratif lainnya demi kenyamanan peserta JKN-KIS,” ucap Fachmi.

Untuk rumah sakit tipe A dan B, lanjut Fachmi, ada 2 petugas yang bertugas penuh di rumah sakit tersebut. Namun, pada tipe C dan D, petugas bekerja secara mobile. Artinya, satu petugas akan menangani 5 rumah sakit yang lokasinya berdekatan.

“Di setiap rumah sakit yang jadi wilayah kerjanya, dipasang nomor kontak petugas tersebut. Jika butuh informasi atau layanan terkait JKN-KIS, pasien bisa menghubungi petugas bersangkutan,” tuturnya.

Fachmi menyebut, layanan BPJS Satu!merupakan implementasi dari kebijakan penyesuaian iuran JKN-KIS yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019. Dikatakan, penyesuaian iuran itu harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan. “Keberadaan petugas BPJS Satu! merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan itu,” katanya.

Ditegaskan, BPJS Kesehatan dan mitra rumah sakit akan melakukan upaya penyempurnaan bersama, melalui layanan lewat BPJS SATU! agar pasien JKN-KIS bisa lebih mudah, cepat, dan pasti dalam memperoleh informasi atau jika hendak melakukan pengaduan di rumah sakit. “Untuk mempercepat mobilitas, petugas di rumah sakit A dan B akan dapat segway. Karena umumnya rumah sakit tipe A dan B itu sangat luas,” katanya.

Masih terkait peningkatan layanan kesehatan, beberapa waktu lalu BPJS Kesehatan menyatakan komitmen bersama Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk mengoptimalkan layanan di rumah sakit melalui penyediaan sistem antrean elektronik, informasi display ketersediaan tempat tidur perawatan, dan kemudahan proses verifikasi dengan sidik jari bagi peserta JKN-KIS yang rutin memanfaatkan layanan cuci darah. Sehingga tidak perlu mengurus surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tiap 3 bulan sekali.

Sebagai informasi, BPJS Kesehatan hingga 6 Desember 2019 telah bekerja sama dengan 2.274 rumah sakit di seluruh Indonesia. Di tingkat primer, BPJS Kesehatan juga bekerja sama dengan 23.255 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). (Tri Wahyuni)