BPJS Kesehatan Siapkan Layanan Serba Mudah untuk Badan Usaha

0
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari dalam acara Temu Pelanggan Peserta JKN-KIS Tahun 2020 yang digelar MarkPlus Institute secara virtual dari Jakarta, Selasa (13/10/20). (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menawarkan layanan serba mudah untuk badan usaha. Kemudahan itu merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memenuhi kebutuhan badan usaha di masa pandemi corona virus disease (covid-19).

“Pada 2019, indeks kepuasan badan usaha terhadap BPJS Kesehatan meraih skor 84 persen. Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebesar 78,1 persen. Semoga tahun ini skornya lebih baik lagi,” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari dalam acara Temu Pelanggan Peserta JKN-KIS Tahun 2020 yang digelar MarkPlus Institute secara virtual dari Jakarta, Selasa (13/10/20).

Hadir dalam kesempatan itu Brand Ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai.

Andayani menyebutkan, layanan serba mudah untuk badan usaha, antara lain berupa layanan administrasi, layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit, hingga layanan informasi dan pengaduan peserta JKN-KIS.

“Dari sisi administrasi, BPJS Kesehatan mengembangkan aplikasi e-Dabu Mobile. Berbeda dari sistem sebelumnya yang harus diakses lewat laptop atau personal computer (PC), aplikasi e-Dabu Mobile dapat diakses melalui smartphone. Jika ingin memperbaiki data, petugas dapat melakukan dari mana dan kapan saja,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Andayani, aplikasi juga bisa diunduh melalui playstore di smartphone. Aplikasi juga memiliki beberapa fitur yang dapat mengecek status kepesertaan pekerja dan anggota keluarganya, riwayat pembayaran iuran, data mutasi pekerja, tren pembayaran, hingga konten kesehatan.

“Selain e-Dabu Mobile, layanan administratif lainnya juga dapat diperoleh peserta JKN-KIS badan usaha melalui beragam saluran mulai dari aplikasi Mobile JKN, Mal Pelayanan Publik, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, serta Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa),” tuturnya.

Ditambahkan, BPJS Kesehatan juga memberi kemudahan layanan informasi dan pengaduan melalui fitur Pengaduan Keluhan di Mobile JKN, Chat Assistant JKN (Chika), serta petugas BPJS Kesehatan Siap Membantu! (BPJS SATU!) di rumah sakit.

“Selama pandemi covid-19, pemanfaatan layanan administratif lewat kanal digital mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hingga akhir Agustus 2020, aplikasi Mobile JKN sudah digunakan oleh 9,9 juta peserta JKN-KIS,” katanya.

Andayani menyebutkan beberapa fitur yang paling banyak dimanfaatkan, yaitu Perubahan lokasi FKTP dan perubahan alamat peserta JKN-KIS. Untuk layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, jumlah pemanfaatan pun ikut bertambah.

Terkait layanan kesehatan, BPJS Kesehatan menyediakan layanan skrining mandiri covid-19, antrean online, teleconsulting, informasi ketersediaan tempat tidur, informasi jadwal antrean operasi, serta daftar obat bagi peserta dengan penyakit kronis yang ditanggung BPJS Kesehatan.

“Seluruh layanan itu dapat diakses oleh peserta JKN-KIS melalui Mobile JKN,” ucapnya menegaskan.

Andayani berharap, badan usaha dapat meneruskan informasi seputar layanan kesehatan tersebut kepada para pekerja agar mereka paham dan memanfaatkan layanan seoptimal mungkin.

“Kami juga berharap, badan usaha yang memiliki fasilitas kesehatan dapat menjadi mitra BPJS Kesehatan. Hal itu akan mempermudah pekerja memperoleh layanan kesehatan. Begitupun dengan peserta JKN-KIS lain yang tinggal di wilayah tersebut dapat berobat disana, meski bukan pekerja,” katanya. (Tri Wahyuni)