BPJS Kesehatan Sosialisasikan Aplikasi New Edabu 4.2 ke Badan Usaha

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mengembangkan aplikasi New Edabu hingga kini menjadi seri 4.2. Pengembangan itu dilakukan agar aplikasi mudah digunakan PIC (person in charge) di badan usaha.

“New Edabu merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan terus menerus oleh BPJS Kesehatan untuk memberi kemudahan bagi kelompok Peserta Penerima Upah (PPU),” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Diah Sofiawati dalam kegiatan sosialisasi New Edabu 4.2 di Jakarta Barat, Kamis (31/10/19).

Dijelaskan, program JKN-KIS yang ada di badan usaha dikelola oleh orang khusus yang disebut PIC BPJS Kesehatan. Jika tidak, maka besar kemungkinan terjadi salah input data kepesertaan.

“PIC ini bisa dibilang kepanjangan tangan BPJS Kesehatan di masing-masing tempat kerja. Kami minta pada perusahaan agar PIC tidak diganti orangnya agar sosialisasi program baru dari BPJS Kesehatan bisa terus berkesinambungan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tidak saja dibahas soal teknologi terkini dalam New Edabu 4.2, tetapi juga wadah berbagi pengalaman di kalangan PIC agar pekerjaan makin efektif dan efisien. Mengingat jumlah pegawai di badan usaha yang terdaftar di JKN terbilang besar.

“Kami berharap PIC memperbaharui data peserta JKN, termasuk anggota keluarganya. Karena mendapat jaminan kesehatan merupakan hak dari keluarga pekerja. Dan yang tak kalah penting adalah membayar iuran secara tepat waktu, agar kartu bisa digunakan pekerja saat dibutuhkan,” kata Diah.

Para PIC, lanjut Diah, merasa terbantu atas pembaharuan dalam New Edabu. Mereka jadi lebih mudah dalam melakukan mutasi data peserta. Sehingga iuran yang dibayar perusahaan sesuai data yang ada.

“Semua data bisa diakses secara cepat, ini mempermudah pekerjaan PIC yang harus menangani ratusan atau ribuan karyawan di kantornya. Menariknya, banyak PIC mau berbagi pengalaman seputar implementasi New Edabu di kantornya,” katanya.

Pengalaman itu, menurut Diah, sangat berguna bagi PIC yang baru ditempatkan. Dengan demikian, mereka bisa belajar dari para senior bagaimana menangani data peserta yang jumlahnya bisa mencapai ribuan dengan mudah dan cepat.

Seperti dikemukakan salah satu PIC, Andi Subandi. Ia berharap pertemuan dengan PIC badan usaha bisa digelar secara rutin, tidak saja berguna untuk silaturahmi tetapi juga membuka wawasan dan keterampilan.

“Kami terbantu dengan adanya New Edabu 4.2, karena tak perlu sering-sering berkunjung ke kantor BPJS Kesehatan untuk melakukan mutasi data peserta. Digitalisasi data di New Edabu meningkatkan keakuratan data karena data tervalidasi dengan baik. Data tersebut dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Andi berharap pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan semakin baik dan hal itu bisa dirasakan mereka yang bekerja di lapangan. “Banyak kemajuan dilakukan BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan JKN-KIS. Perkembangan itu diharapkan selalu ada untuk menolong peserta kapan pun dibutuhkan,” ucap Andi menandaskan. (Tri Wahyuni)