BPJS Kesehatan Wilayah Jabodetabek Siap Kejar Target Kepesertaan

0

JAKARTA (Suara Karya): Pekerjaan besar bagi Deputi Direksi Wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) BPJS Kesehatan pada 2019 adalah target kepesertaan. Masih ada 1,69 persen penduduk di wilayah itu yang belum terjamin kesehatannya.

“Baru DKI Jakarta saja yang mencapai target Universal Health Coverage (UHC) hingga lebih dari 100 persen. Sisanya masih perlu dikejar,” kata Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek BPJS Kesehatan, Ni Made Ayu Ratna Sudewi dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Perempuan yang akrab dipanggil Ratna itu menjelaskan, belum terdaftarnya 1,69 penduduk di wilayah Jabodetabek karena beberapa kendala. Untuk itu pihaknya akan bekerja keras, agar mereka tahun ini sudah terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Di lapangan, saya pernah berbincang dengan peserta asuransi swasta. Ia tidak terdaftar ke JKN, karena punya asuransi swasta. Saat masuk ICU (Intensive Care Unit) limitnya habis dalam beberapa hari. Setelah itu keluarganya baru mengurus Kartu BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Ditambahkan, ada penduduk yang mengaku tidak daftar ke JKN karena memiliki uang yang cukup untuk berobat umum. Ketika suaminya masuk rumah sakit terkena stroke, baru terasa berat. Dalam proses pengobatan, keluarganya baru mendaftar.

“Hal-hal semacam inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Termasuk yang sebelumnya terdaftar peserta JKN, lalu enggan membayar karena sudah tak sakit lagi. Padahal cara kerja program JKN tidak seperti itu. Kami akan gencar lakukan sosialisasi program JKN ke masyarakat,” ujarnya.

Ratna menyebut jumlah peserta JKN secara nasional per 1 Juni 2019 adalah 222.002.996 jiwa. Jika disandingkan data penduduk dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Semester II tahun 2018 tercatat 83,6 persen penduduk yang sudah ter-cover jaminan kesehatan lewat JKN

Pemerintah telah membiayai peserta JKN untuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada 2018 sebanyak 92,1 juta jiwa dengan akumulasi iuran selama 5 tahun sebanyak Rp115,5 triliun. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah, pada 2019 jumlah peserta PBI ditingkatkan jadi 96,8 juta jiwa dengan proyeksi iuran Rp26,7 triliun

BPJS Kesehatan sudah bermitra dengan 23.292 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas puskesmas, Dokter Praktik Perorangan (DPP), klinik TNI/Polri, klinik pratama, rumah sakit D pratama, dan dokter gigi praktik perorangan. Di rujukan, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan 2.455 rumah sakit dan klinik utama.

Pada 2018, pemanfaatan di FKTP secara nasional mencapai 147,4 juta, pemanfaatan di poliklinik rawat jalan rumah sakit sebesar 76,8 juta dan pemanfaatan rawat inap di rumah sakit sebanyak 9,7 juta. Jika ditotal, ada 233,9 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan di seluruh tingkat pelayanan.

“Rata-rata pemanfataan pelayanan kesehatan per hari kalender adalah 640.822 pemanfaatan. Adapun total pemanfaatan sejak 2014 hingga 2018 adalah 874,1 juta pemanfaatan,” kata Ratna menandaskan. (Tri Wahyuni)