BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Promosikan Kosmetik Aman

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) menggandeng finalis Puteri Indonesia untuk mempromosikan penggunaan komestik aman. Karena trend tampil cantik di kalangan milenial mendorong tumbuhnya peredaran komestik ilegal di pasaran.

“Terkait kosmetik ilegal ini, Badan POM selama 2019 saja telah mengajukan 144 perkara pidana dengan temuan barang bukti mencapai Rp149,4 miliar,” kata Kepala Badan POM, Penny K Lukito usai penyematan kepada 39 calon Puteri Indonesia 2020 sebagai Duta Kosmetik Aman, di Jakarta, Rabu (4/3/20).

Penny menjelaskan, kerja sama dengan para pihak dilakukan karena upaya pengawasan atau penindakan saja tidak cukup untuk memberantas peredaran kosmetik ilegal di Tanah Air. Perlu upaya lain, yakni bagaimana memutus rantai kebutuhan masyarakat dengan cara edukasi ke masyarakat secara sistematis dan masif.

“Finalis Puteri Indonesia merupakan publik figur yang memiliki citra positif di kalangan milenial. Diharapkan mereka dapat mengajak kaum muda melalui media sosial untuk memakai kosmetik yang aman. Maksudnya, produknya sudah terdaftar di Badan POM,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Penny, Badan POM melakukan sejumlah inovasi dengan memanfaatkam teknologi. Sehingga proses pelayanan perizinan menjadi lebih mudah dan cepat. “Lewat proses perizinan yang mudah, diharapkan inovasi itu dapat menekan angka peredaran obat dan makanan ilegal,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penny mengajak finalis Puteri Indonesia 2020 untuk ikut menangkal dan memberantas berita hoaks yang sering muncul di media sosial. Mengingat, beberapa tahun belakangan ini banyak isu hoaks tentang kesehatan beredar lewat media sosial.

“Sebagai publik pigur yang aktif di media sosial, finalis Puteri Indonesia dapat menjadi influencer yang aktif dalam mengedukasi masyarakat. Sehingga masyarakat tak mudah percaya dengan peredaran berita-berita hoaks di media sosial,” tuturnya.

Hal senada dikemukakan Dewan Penasehat Puteri Indonesia, Puteri K Wardhani. Ia sepakat pentingnya kolaborasi antara Badan POM dengan Yayasan Puteri Indonesia (YPI). “Finalis Puteri Indonesia terseleksi secara ketat dari sisi brain, beauty dan behaviour. Mereka bisa secara otomatis menjadi influencer bagi kaum milenial,” ucapnya.

Puteri berharap kerja sama Badan POM dengan YPI akan menimbulkan gaung di masyarakat tentang kosmetik aman. Apalagi para finalis juga mendapat workshop pembuatan konten edukasi di media sosial, sehingga konten seputar obat dan makanan yang aman dapat disampaikan ke masyarakat lebih baik lagi.

“Semoga para finalis Puteri Indonesia yang didaulat menjadi Duta Kosmetik Aman dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Jika edukasi bisa dipahami dengan baik, maka dampaknya adalah kasus peredaran kosmetik ilegal di Indonesia semakin menurun,” ujar Puteri menandaskan. (Tri Wahyuni)