BPOM Luncurkan 7 Inovasi Guna Percepat Layanan Publik

0
Foto: Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) merancang 7 inovasi berbasis teknologi untuk mempercepat layanan publik. Masyarakat juga diminta berperan aktif dalam melalukan pengawasan demi kepentingan bersama.

“Karena inovasi ini berbasis teknologi, maka mulai dari proses pendaftaran produk, pengawasan hingga pelaporan oleh masyarakat jadi lebih mudah,” kata Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito dalam peringatan Hari Ulang Tahun BPOM ke-18 di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Penny menyebutkan, inovasi pertama adalah aplikasi 2D Barcode. Lewat pindaian kode batang dua dimensi yang ada dalam aplikasi, masyarakat dapat mengidentifikasi dan mengotentifikasi legalitas nomor izin edar produk obat dan makanan di pasaran dengan mudah.

“Aplikasi ini bisa diunduh di application store yang tersedia di smartphone. Lewat satu sentuhan, masyarakat dapat segera mengetahui apakah produk makanan atau obat yang dijual di pasaran telah terdaftar di BPOM atau tidak,” katanya.

Inovasi kedua, Penny menambahkan, aplikasi Siapik untuk memudahkan dan mempercepat persetujuan iklan obat melalui penerapan tiga jalur permohonan dan tanda tangan elektronik (TTE).

“Inovasi ketiga adalah aplikasi Notifkos-New yang mempunyai fitur verifikasi mandiri bagi pelaku usaha dalam menilai data produk serta mengurangi kesalahan pengisian data,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Penny, pengembangan Surat Keterangan Ekspor (SKE) yang dibuat dengan fitur TTE. Hal itu akan memudahkan proses penerbitan SKE, sehingga kerjanya jadi lebih efektif dan efisien.

“Aplikasi lainnya adalah New-AERO yang dilengkapi modul untuk variasi dan renewal serta penerapan TTE,” ujar Penny yang didampingi pejabat eselon 1 di lingkungan kerja BPOM.

Ia menyebut aplikasi yang cukup penting, yaitu Re-sertifikasi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) dan CDOB terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS). Tak hanya memudahkan usaha, tetapi juga lebih transparan dan efektif dalam layanan publik.

Inovasi yang tak kalah penting, Penny menambahkan, sub laman khusus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan alamat http://clearinghouse.pom.go.id. Laman istana UMKM itu merupakan upaya kolaborasi, sinergi dan inovasi di antara kementerian/lembaga dan industri terkait pangan.

“Subsite ini merupakan sarana edukasi, sarana komunikasi dan sarana promosi yang menyediakan informasi tentang UMKM dan produk yang dihasilkan,” kata Penny menandaskan. (Tri Wahyuni)