BPOM Musnahkan Produk Kopi Impor Bermasalah Senilai Rp1,4 Miliar

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) musnahkan lebih dari 4 truk produk kopi merek Pak Belalang senilai Rp1,4 miliar. Ada 3 pelanggaran yang dilakukan atas produk yang memuat gambar penyanyi Ahmad Dani sebagai modelnya tersebut.

“Tiga pelanggaran itu antara lain pelaku menghapus 2 digit tahun kedaluwarsa pada label produk. Dari 2018 menjadi 20 saja. Konsumen akan menyangka angka 20 itu kependekan dari 2020,” kata Penny K Lukito usai pemaparan pengawasan pangan selama Ramadhan, di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Hadir dalam kesempatan itu, Plt Deputi Bidang Penindakan BPOM, Brigjen Pol Rusli Hedyaman, Plt Deputi Bidang Pengawasan Pangan BPOM, Tety H Sihombing dan Kepala Seksi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Metro Jaya, Mujiyono.

Pelanggaran lainnya, disebutkan, kopi diimpor dari luar negeri tanpa memiliki Surat Keterangan Impor (SKI) dari BPOM. Produk tersebut mencantumkan tulisan “Rajanya Kopi Nusantara”. Padahal kopi itu berasal dari produk impor.

“Pelaku dinilai telah membahayakan kesehatan konsumen, karena menjual produk yang kedaluwarsa lebih dari satu tahun. Pelaku juga mengabaikan prinsip keamanan pangan, merusak pasaran kopi di Indonesia yan berdampak terhadap pendapatan negara,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Penny, BPOM akan mencabut Nomor Izin Edar (NIE) produk kopi Pak Belalang karena dinilai telah melakukan pelanggaran administratif dan pidana. Pihaknya akan menindak lanjuti dengan pro-justitia, karena melanggar Pasal 99 jucto pasal 143 Undang-Undang No.18 tahun 2012 tentang Pangan.

“Ancamannya adalah penjara minimal 2 tahun penjara atau denda Rp4 miliar,” kata Penny seraya menambahkan temuan itu diperoleh saat sidak (inspeksi mendadak) pada 16-17 Mei lalu di kawasan Jakarta Selatan.

Badan POM juga akan mengembangkan temuan ini kepada pihak-pihak terkait yang berkontribusi terhadap pelanggaran tersebut. Termasuk pemanggilan kepada penyanyi Ahmad Dani yang menjadi model dari produk kopi tersebut, untuk dimintai keterangan.

“Badan POM tidak segan untuk menindak siapa pun yang dengan sengaja melanggar peraturan atas kejahatan obat dan makanan,” ucapnya.

Ditambahkan, produk kopi buatan Malaysia itu dipasarkan melalui multi level marketing (MLM) dan penjualan secara online. Produknya menjadi laris manis lantaran menjanjikan khasiat nutrisi serta kalimat seperti ‘jawaban dari kehidupan yang positif, bertenaga dan tenang’ dalam kemasannya.

“Mereka telah menipu konsumen dengan janji manis akan khasiat nutrisi,” kata Penny menandaskan. (Tri Wahyuni)