BPPT Beri Penghargaan Inovasi Karya Anak Bangsa

0

JAKARTA (Suara Karya) : BPPT kembali memberikan penghargaan bagi karya inovatif dibidang teknologi (BPPT Innovation Award). Penerima BPPT Innovation award perdana ini, adalah seorang dokter ortopedi dan PT Pindad dari kategori perusahaan.

“Pemberian BPPT Innovation Award ditujukan untuk menjadi pendorong dan motivasi bagi para pihak yang terkait pada inovasi dan penerapan teknologi agar dapat lebih meningkatkan karyanya dan menjadi contoh bagi setiap insan teknologi,” kata Kepala BPPT Unggul Priyanto di Jakarta,  Kamis (2/8).

Dia mengungkapkan,  penganugerahan penghargaan BPPT Innovation Award tahun ini merupakan lembaran sejarah baru bagi BPPT, karena diberikan untuk pertama kalinya dan untuk melengkapi dua penghargaan sebelumnya, yaitu penganugerahan gelar Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) dan penganugerahan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA).

Berbeda dengan BJ Habibie Award, BPPT Innovation Award diberikan kepada seseorang, instansi atau perusahaan, yang telah menghasilkan produk baru hasil inovasi teknologi, yang berdampak signifikan bagi industri. Sedangkan BJHTA diberikan kepada para ilmuwan yang telah menghasilkan karya nyata teknologi, berupa invensi bahkan inovasi yang berdampak pada kemajuan bidang teknologi.

BPPT Innovation Award diberikan untuk dua kategori, yaitu  kategori perorangan dan kategori instansi/perusahaan.

Unggul menjelaskan,  penentuan calon penerima BPPT Innovation Award dilakukan melalui seleksi yang cukup ketat oleh dewan juri yang independen, kredibel dan kompeten, berasal dari kalangan akademisi dan praktisi.

Disebutkan,  penganugerahan BPPT Innovation Award 2018 kategori perorangan diberikan kepada Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT(K) untuk karya nyatanya di bidang inovasi teknologi kesehatan. Sedangkan untuk kategori perusahaan, adalah PT. PINDAD (Persero) yang telah berhasil mengembangkan di bidang teknologi pertahanan  dan keamanan.

“Inovasi teknologi yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan karya nyata dan memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan bangsa, tentunya tidak terbatas pada teknologi di bidang Kesehatan dan Hankam. Masih banyak inovasi-inovasi teknologi di bidang lainnya,” ujarnya.

Dokter ortoprfi dan traumatologi Ismail HD,  melakukan riset pemanfaatan sel punca (stem cell)  dobidang ortopedi mulai dari penelitian dasar hingga kin svdenagn pendanaan diperolehnya dari 22 hibah penelitian kompetitif lebih dari Rp 22 miliar.  Dana itu beraaal dari Universitas Indonesia,  Ristek Dikti,  Kementerian Kesehatan dan AOTrauma.

PT Pindad yang memperoleh Innovatipn Award dari BPPT,  sukses antara lain dengan senjata dengan jarak tembak 2 kilometer.  “Peluru itu masih bisa merobek sasaran sebesar 40 centimeter di sekutarnya,” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose.

Acara anugrah BBPT Innovation Award dihadiri berbagai institusi,  antara lain BRI,  BUMN,  Komisi VII DPR,  Menkes,  (Indra DH).