Budi Waseso: Tak Ada Tempat untuk Simpan Beras Impor

0
Dirut Perum Bulog Budi Waseso (suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

JAKARTA (Suara Karya): Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, meminta berbagai pihak tidak memperkeruh suasana khususnya terkait mengenai stok, pengadaan dan gudang beras milik Bulog yang saat ini sudah penuh.

Dikatakan Budi, saat ini Bulog sudah menyewa gudang milik TNI AU, karena memang sudah tidak ada lagi gudang Bulog yang kosong untuk menaruh stok beras.

“Kalau harus impor beras lagi, mau ditaruh mana?. Kita juga tidak mau beras yang seharusnya untuk stok malah rusak karena ketiadaan tempat. Jadi mohon pihak-pihak terkait mengerti, dan bukan memperkeruh suasana,” katanya di Jakarta, Rabu (19/9).

Dia menegaskan, tingginya pasokan beras dalam negeri karena beras impor terus masuk ke gudang Bulog dan penyerapan beras di pasar sangat minim. Namun demikian, Kemendag yang memberi izin impor beras menyebut tidak mau mengurus soal gudang penyimpanan beras ini.

“(Solusinya pak?) Gak tau saya bukan urusan kita. Urusan Bulog,” kata Mendag Enggar saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (18/9).

Menanggapi ini, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengaku bingung karena tidak ada lagi tempat penyimpanan. Padahal, impor beras adalah tugas dari pemerintah. Dia heran pada Kemendag yang seolah lepas tangan.

“Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi itu samakan pendapat, jadi kalau keluhkan fakta gudang saya bahkan menyewa gudang itu kan cost tambahan. Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, mata mu! Itu kita kan sama-sama negara,” katanya.

Budi Waseso berharap, Kemendag sebagai bagian dari pemerintah bisa berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencari jalan keluar dan menyamakan pendapat.
“Kita kan aparatur negara jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan itu pemikiran yang tidak bersinergi,” papar dia.

Sebelumnya, dalam berbagai pemberitaan, Dirut Bulog Budi Waseso kerap mengungkapkan tidak perlu mengimpor beras. Mantan pucuk pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini memastikan tidak akan ada impor beras hingga akhir 2018. Dia mengatakan, stok beras di Bulog masih lebih dari cukup untuk konsumsi dalam negeri. (Pramuji)