Suara Karya

Budikdamber, Alternatif Kegiatan Mengisi Waktu Luang Selama Pandemi

JAKARTA (Suara Karya): Penggiat ‘Urban Farming’ IAC-19, Putri Simorangkir memberi alternatif kegiatan positif bagi mereka yang harus tinggal di rumah selama pandemi corona virus disease (covid-19). Kegiatan itu bahkan bernilai ekonomis jika digeluti secara serius.

“Nama kegiatannya Budikdamber atau budidaya kangkung dan pembesaran ikan lele dalam ember. Kegiatan ini bisa menjadi alternatif bagi warga kota dalam mengisi waktu luang di rumah selama pandemi,” kata Putri saat mendampingi Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melihat Budikdamber di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dijelaskan, ‘urban farming’ adalah satu metode pertanian kota dengan konsep berkebun di lahan terbatas. Hasilnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, juga menunjang perekonomian masyarakat itu sendiri melalui pemasaran hasil panen urban farming.

Indonesia Against Covid -19 (IAC-19) merupakan satu komunitas dari para penggiat ‘urban farming’ di Indonesia. Salah satu kegiatan yang dilakukan dan terbukti berhasil adalah budikdamber.

“Konsepnya sangat sederhana dan tak butuh banyak modal. Cukup siapkan satu ember berkapasitas 60 liter agar bisa memuat lebih dari 60 ekor lele saat panen,” ujarnya.

Selain ember, lanjut Putri, barang lain yang dibutuhkan adalah beberapa pot plastik air mineral, media tanam seperti arang, sekam dan lainnya serta kawat jemuran untuk pengait pot yang mudah didapat dari limbah rumah tangga.

“Barang pendukung semacam itu dapat dibeli melalui situs belanja daring,” katanya.

Putri menyebutkan, uji coba dilakukan sebanyak 14 ember dengan memberi bibit ikan dan kangkung kepada 14 RT di daerah Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

“Hasilnya sangat bagus. Rencananya, program urban farming ini akan kami perluas ke daerah perkotaan lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Ditambahkan, kegiatan budikdamber juga cocok diterapkan lintas masyarakat, khususnya bagi mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan selama pandemi covid-19. Kegiatan itu juga memberi kesibukan dan pengalaman baru bagi pelakunya.

Hal senada dikemukakan Agnes Lourda Budhidarma selaku koordinator IAC-19. Katanya, program ‘urban farming’ diikuti oleh masyarakat banyak, maka hasilnya akan berdampak langsung pada masyarakat.

“Kegiatan ‘urban farming’ diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Selain menguatkan rasa kebersamaan dan budaya gotong royong di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja memberi apreasi kepada IAC-19 dan penggiat ‘urban farming’ lainnya yang memberi manfaat kepada masyarakat di tengah pandemi. Karena kegiatan itu dapat memperkuat ketahanan pangan dan menumbuhkan gotong royong dalam masyarakat.

Kedepan, Wisnu berharap kegiatan itu dapat melibatkan kaum muda agar mereka bisa belajar merancang masa depannya. Selain juga menumbuhkan kecintaan akan alam dan lingkungan, kerja sama tim serta sikap gotong royong.

“Kami dukung upaya inovasi dan semangat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengurangi penyebaran covid-19,” kata Wisnu menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts