Buku Pelajaran Karya Grup Mentari Jadi Favorit Sekolah Swasta

0

JAKARTA (Suara Karya): Buku pelajaran bahasa Mandarin karya penerbit Indonesia, ASTA Ilmu (anggota grup Mentari) ternyata diminati penerbit mancanegara. Bahkan buku tersebut akan didistribusikan ke Australia, India, Afrika Selatan, Malaysia dan Thailand.

Kesepakatan tersebut diraih dalam pagelaran London Book Fair (LBF) 2019 pada Maret lalu. Sebelum LBF, ratusan ribu buku judul lain juga telah didistribusikan ke 12 negara dalam 7 tahun terakhir ini.

“Buku pelajaran karya Grup Mentari juga digunakan di sejumlah sekolah di Tanah Air. Kami senang bisa menjadi bagian dalam pemajuan pendidikan di Indonesia,” kata Founder yang juga CEO (Chief Executive Officer) grup Mentari , Anna Rimba Phoa di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Dalam kesempatan itu, Anna didampingi International Rights & Licensing Director, Natalina H Rimba.

Anna menjelaskan, pada awalnya Mentari menerbitkan buku pelajaran khusus Bahasa Inggris untuk sekolah dasar (SD). Buku itu dibuat menggunakan metode Singapura yang sudah teruji efektif dan komprehensif.

“Buku itu ternyata berhasil menarik minat sejumlah sekolah, terutama sekolah-sekolah swasta besar sebagai pegangan siswa. Katanya, buku itu mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswanya,” ucap Anna.

Keberhasilan itu, lanjut Anna, menantang tim penulis Mentari yang beranggotakan 12 orang ahli untuk mengembangkan buku lainnya, yaitu matematika dan sains serta bahasa Mandarin. Tak hanya untuk SD, tetapi hingga jenjang paling tinggi yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kami juga mulai buat seri buku untuk kelas bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK),” katanya.

Saat ini, kurikulum yang digunakan di Indonesia ada 5 macam yaitu kurikulum Singapura, Indonesia, Cambridge, IB dan International. Namun, dalam perkembangannya metode Singapura lebih banyak diminati karena dianggap cocok untuk pengajaran bagi siswa.

“Metode Singapura lebih mengena dengan kurikulum nasional, mulai dari konkrit, gambar dan abstrak,” tuturnya.

Salah satu pencinta buku buatan Mentari adalah Lazuardi Global Compassionate School. Seperti dituturkan Kepala Litbang sekolah itu, Iba Muhiba, buku bahasa Inggris dari Mentari mampu meningkatkan kemampuan berbahasa siswanya.

“Perkenalan dengan Mentari berawal dari Lazuardi akan berkolaborasi Cambridge School di Indonesia. Catatannya, siswa harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni. Penggunaan buku Mentari mampu memenuhi tuntutan itu,” ujarnya.

Atas keberhasilan itu, lanjut Iba, hampir sebagian buku pegangan siswa dan guru menggunakan buku buatan Mentari. Jika tidak tersedia, pihak Mentari akan merekomendasikan buku sejenis yang isinya tak jauh berbeda dengan buku yang dibutuhkan.

“Buku Bahasa Inggris dari Mentari bagus dan mirip dengan buku pelajaran milik pemerintah. Yang berbeda buku itu fokus pada penggunaan bahasa Inggris dan Indonesia. Sedangkan pemerintah dipadukan dengan mata pelajaran lain seperti budi pekerti, sains dan lainnya,” kata Iba menandaskan. (Tri Wahyuni)